Manusiasenayan.id – Nama Moh. Rano Alfath, S.H., M.H. mungkin hari ini lekat dengan Gedung DPR RI. Tapi ceritanya dimulai jauh dari Senayan. Lahir di Tanjung Karang, Rano tumbuh sebagai anak daerah yang paham betul arti proses. Bangku pendidikan dasar hingga menengah ia lalui di SDN 6 Sukajawa, SLTPN 6 Tangerang, dan SMAN 7 Tangerang, sebelum akhirnya menekuni dunia hukum secara serius.
Pendidikan Hukum: Modal Utama Bukan Sekadar Gelar
Pilihan kuliah di Universitas Tarumanegara bukan tanpa alasan. Rano menyelesaikan S1 Hukum pada 2008 dan menuntaskan S2 Hukum pada 2012 di kampus yang sama. Latar akademik ini bikin dia nyaman bergelut dengan isu-isu serius: penegakan hukum, keadilan, dan hak asasi manusia—isu yang kini jadi napas perjuangannya di parlemen.
Dari Dunia Organisasi ke Panggung Nasional
Sebelum masuk DPR, Rano sudah malang melintang di organisasi kepemudaan dan profesional. Salah satu tonggak penting adalah saat ia dipercaya menjadi Ketua DPD KNPI Provinsi Banten (2017). Di titik ini, insting kepemimpinannya terbentuk. Ia juga aktif sebagai anggota PERADI dan Kongres Advokat Indonesia sejak 2014, memperkuat identitasnya sebagai politisi berlatar advokat.
Senayan Bukan Tempat Asing
Masuk ke Senayan, langkah Rano terbilang kencang. Ia kini duduk sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Dapil Banten III, sekaligus dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Di internal partai, Rano mengemban peran strategis sebagai Wakil Ketua Umum DPP PKB dan Bendahara Fraksi PKB DPR RI—posisi yang menuntut ketelitian sekaligus keberanian mengambil sikap.
Ngerti Bisnis, Nggak Cuma Ngomong Regulasi
Selain politik dan hukum, Rano juga paham dunia usaha. Sejak 2015, ia tercatat sebagai Direktur di sejumlah perusahaan, mulai dari PT Lubana Sukses Abadi hingga PT Putra Seogama Land. Pengalaman ini bikin perspektifnya lebih membumi saat bicara soal ekonomi, investasi, dan lapangan kerja.
Politik yang Tetap Nyentuh Anak Muda
Buat Bang Rano, politik bukan soal jarak. Sosialisasi kebangsaan, dialog pemuda, dan kerja sosial jadi rutinitas yang ia jaga. Gayanya santai, tapi sikapnya tegas. Di tengah citra politik yang sering bikin skeptis, Rano Alfath hadir sebagai bukti bahwa idealisme masih punya tempat—bahkan di Senayan.
