Manusiasenayan.id – Di tengah riuhnya politik yang kadang lebih rame pencitraan daripada kerjaan, sosok Stefanus B.A.N. Liow justru hadir dengan vibe yang beda: kalem, nggak banyak gaya, tapi konsisten jalan.

Lahir di Amurang, 16 September 1967, Stefa—begitu dia biasa disapa—besar dari kultur Sulawesi Utara yang kental dengan nilai kebersamaan dan pelayanan. Dari awal, jalurnya bukan tipe “instan jadi pejabat”. Dia ngerangkak dari dunia akademik, jadi dosen di Universitas Negeri Manado dan Institut Teknologi Minaesa Tomohon. Dunia kampus ini yang ngebentuk cara berpikirnya: sistematis, nggak asal ngomong, dan fokus ke solusi.

Masuk ke dunia politik, langkahnya juga nggak tiba-tiba meledak. Tahun 2014 jadi titik awal saat dia terpilih sebagai anggota DPD RI dari Sulawesi Utara. Lanjut lagi di periode 2019–2024, dan yang paling fresh, di Pemilu 2024 dia comeback dengan angka yang nggak main-main: 216.126 suara. Angka ini bukan cuma statistik, tapi bukti kalau trust publik ke dia masih solid.

Sekarang, Stefa resmi melanjutkan perannya sebagai Anggota DPD RI Periode 2024–2029 dari Dapil Sulawesi Utara. Di Senayan, dia dikenal bukan tipe yang cari spotlight. Lebih ke “kerja sunyi”, tapi dampaknya kerasa—terutama di isu-isu daerah kayak pembangunan, ketahanan pangan, sampai distribusi logistik di wilayah kepulauan.

Menariknya, perannya nggak berhenti di parlemen. Di luar itu, dia juga aktif di berbagai organisasi strategis. Saat ini, dia menjabat sebagai Dewan Penasehat PWI Sulawesi Utara (2021–2026), yang bikin dia tetap dekat dengan dunia pers dan arus informasi publik. Selain itu, dia juga pegang posisi sebagai Ketua Bidang Penguatan Wawasan dan Pilar Kebangsaan di DPP Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (2020–2025). Dari sini kelihatan, concern-nya bukan cuma politik praktis, tapi juga soal kebangsaan dan kualitas SDM.

Sebagai seorang Kristen, nilai-nilai pelayanan dan integritas juga cukup keliatan dalam gaya kepemimpinannya. Nggak banyak gimmick, nggak terlalu cari viral, tapi konsisten ngerawat kepercayaan publik.

Kalau anak tongkrongan bilang, Stefa ini bukan tipe yang paling berisik di circle. Tapi dia yang diam-diam ngerjain banyak hal. Nggak selalu trending, tapi tetap relevan.

Di era politik yang serba cepat dan kadang dangkal, figur kayak Stefanus B.A.N. Liow ini jadi pengingat: kadang yang paling penting bukan siapa yang paling keras ngomong, tapi siapa yang paling konsisten kerja.