Manusiasenayan.id – Tren olahraga padel lagi naik daun. Tapi buat warga RT 05 RW 13 Kelurahan Kayu Putih, Pulomas, Jakarta Timur, kehadiran lapangan padel di tengah permukiman justru bikin gerah. Mereka terang-terangan menolak operasional lapangan tersebut dan minta suasana kampung kembali tenang.
Spanduk merah terbentang di pagar dan beberapa ruas jalan. Tulisannya tegas: “Kami Menolak Lapangan Padel Berada di Lingkungan RW 013”. Ada juga kalimat lain yang nggak kalah jelas, “Kami menuntut lingkungan kami kembali tenang dan damai.” Pesannya satu: warga merasa terganggu.
Saat Sabtu (21/2) siang, suasana di sekitar gang menuju lokasi lapangan terlihat sepi. Parkiran pun lengang, cuma satu mobil terparkir di depan gedung. Dari dalam lapangan, nggak terdengar aktivitas berarti. Tapi menurut warga, kondisi itu beda cerita kalau sudah masuk jam ramai.
Salah satu warga yang ditemui di lokasi bilang, kebisingan terasa sejak pagi sampai malam. Suara bola dipukul, teriakan pemain, sampai kendaraan keluar-masuk dinilai mengusik waktu istirahat.
“Kalau siang mungkin masih bisa ditoleransi, tapi kalau sampai malam itu yang bikin terganggu. Apalagi ini dekat rumah-rumah, dan kendaraan yang ke sana banyak terus suka ngebut,” ujarnya.
Warga menilai, kawasan tersebut merupakan area hunian yang butuh ketenangan, bukan arena olahraga dengan intensitas tinggi. Mereka berharap ada langkah konkret agar aktivitas komersial tidak mengorbankan kenyamanan lingkungan.
Penolakan Meluas, Pemprov Turun Tangan
Fenomena penolakan ini ternyata nggak cuma terjadi di Pulomas. Di Jalan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, warga juga protes terhadap lapangan padel yang dianggap menimbulkan kebisingan. Mediasi sudah digelar antara warga dan pengelola, tapi hasilnya belum bikin lega.
Naufal (27), salah satu warga terdampak, mengaku belum puas dengan hasil pertemuan tersebut. “Terkait mediasi kemarin, sejujurnya hasilnya belum sepenuhnya memuaskan bagi kami selaku warga terdampak,” katanya.
Situasi ini langsung dapat perhatian dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia meminta dinas terkait melakukan pengawasan dan menyiapkan langkah tegas. Pemprov DKI juga akan memanggil pengelola serta stakeholder terkait untuk mencari solusi.
“Secara khusus saya sudah meminta kepada dinas terkait yang melakukan pengawasan di lapangan urusan padel ini,” ujar Pramono di Taman Semanggi, Jakarta Selatan.
Kasus ini jadi pengingat bahwa tren gaya hidup harus tetap sejalan dengan aturan dan kenyamanan warga. Olahraga boleh jalan, tapi hak masyarakat untuk hidup damai juga wajib dijaga.
