Manusiasenyan.id – Kalau lo pikir semua senator itu lahir dan besar di daerah yang mereka wakili, cerita M. Sum Indra, S.E., M.Msi justru punya plot yang beda. Lahir di Jakarta, pria beragama Islam ini justru dipercaya masyarakat Jambi buat duduk di Senayan sebagai Anggota DPD RI. Nomor anggotanya B-20, dan ia menjalankan amanah pada periode 2019–2024. Bukan lewat partai, tapi lewat jalur perseorangan. Pure mandat rakyat daerah.
Perjalanan pendidikannya juga nggak kaleng-kaleng. Ia mengawali sekolah di SD Negeri I/IV dan lulus tahun 1985, lanjut ke SMP Al Azhar Kemang (1988) dan SMA Al Azhar (1991). Background sekolah Al Azhar ini ngebentuk karakter disiplin dan kepemimpinan sejak muda. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi di STEKPI (lulus 1997) dan menuntaskan studi di Universitas Gunadarma pada 2000. Bekal akademiknya di bidang ekonomi dan manajemen jadi fondasi kuat saat ia terjun ke dunia organisasi, pendidikan, hingga pemerintahan.
Ngomongin organisasi, Sum Indra termasuk yang aktif banget. Tahun 2003, ia dipercaya jadi Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Dua tahun kemudian, ia mengemban amanah sebagai Bendahara KNPI (2005). Lalu pada 2008, ia naik level jadi Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia. Track record ini nunjukkin kalau dia nggak cuma jago teori, tapi juga luwes di dunia kepemudaan, bisnis, dan pendidikan.
Karier profesionalnya juga solid. Tahun 2003, ia menjabat sebagai Ketua STMIK NH Jambi di bawah naungan Yayasan Dewi Nurdin Hamzah Jambi. Dunia pendidikan jadi salah satu concern besarnya. Nggak berhenti di situ, pada 2008 ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Walikota Jambi. Dari kampus ke balai kota, jam terbangnya makin lengkap. Tahun 2017, ia kembali aktif di yayasan pendidikan sebagai Ketua BPH STISIP NH–STMIK NH Jambi.
Masuk ke DPD RI mewakili Dapil Jambi, Sum Indra bawa kombinasi pengalaman: pengusaha muda, aktivis organisasi, akademisi, sampai kepala daerah. Itu paket komplit buat jadi senator daerah. Di DPD, ia menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan, terutama yang berkaitan dengan kepentingan daerah dan otonomi.
Buat warga Jambi, sosok Sum Indra bukan cuma politisi. Dia adalah representasi figur yang tumbuh dari dunia pendidikan, matang di organisasi, teruji di pemerintahan, lalu naik kelas ke level nasional. Gaya komunikasinya tenang, tapi langkahnya terukur.
Di tengah politik yang sering ribut soal panggung, M. Sum Indra nunjukkin satu hal: konsistensi kerja dan rekam jejak panjang tetap jadi modal paling mahal buat dapet kepercayaan rakyat.
