ManusiaSenayan.id Warga Pati belakangan ini rame banget, Gengs. Semua gegara kebijakan kenaikan pajak sampai 250% yang bikin kaget, kayak beli bakso eh harganya setara tiket konser internasional.

Walaupun kebijakan itu udah dibatalkan Pemda, warga keburu emosi dan DPRD sampai bikin Pansus Pemakzulan buat Bupati Pati, Sudewo.

Anggota DPD RI Dapil Jawa Tengah, Abdul Kholik, ikut angkat suara.
“Berkaitan dengan dinamika yang ada di Pati, kami tentu DPD RI memberikan catatan agar dilakukan sesuai ketentuan mekanismenya berjalan dan pada akhirnya terjadi titik temu antara aspirasi masyarakat dan disikapi dengan baik oleh kepala daerah dan bupati,” ujarnya di Senayan.

Abdul bilang masalah ini bahkan sudah mendapat perhatian Presiden Prabowo. “Kalau kita dari sisi itu kan sudah ada mekanismenya, ada prosedur, tetapi tentu kita lebih menekankan kepada bertemunya antara aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah, terutama tentu pemerintah daerah Pati dengan dimonitor atau dipantau oleh Gubernur dan juga Kemendagri karena kebetulan juga mendapat atensi dari Pak Presiden,” tambahnya.

Sudewo sendiri nggak kalah komentar. “Saya kan dipilih rakyat secara konstitusional dan secara demokratis. Jadi tidak bisa saya berhenti dengan tuntutan itu, semua ada mekanismenya,” tegasnya.
Kapuspen Kemendagri, Benni Irwan, juga ngingetin kalau proses pemakzulan kepala daerah “tidaklah singkat” dan harus lewat DPRDPemprov JatengKemendagri. Jadi, nggak bisa langsung “klik-berhenti” kayak uninstall aplikasi.

Abdul pun memberi pesan ke semua kepala daerah: “Kita berharap tidak kemudian menjadi alasan untuk menaikkan pajak yang kemudian memberatkan masyarakat.”

Pati panas, Gengs. Semoga ending-nya happy, bukan kayak sinetron 300 episode.