ManusiaSenayan.id – Jika kamu kira anggota DPR kerjaannya cuma rapat terus ketawa di TV, tunggu dulu—ini dia sisi lain dari Soedeson Tandra, anggota Komisi III Fraksi Golkar, yang bener-bener stand up buat penegakan hukum di Indonesia. Simak cerita serunya:
1. RUU Perampasan Aset — Biar Korupsi Gak Hanya Dipenjara, Tapi Uangnya Kembali
Soedeson ngebela banget percepatan RUU Perampasan Aset. Menurutnya, selama ini koruptor bisa lolos dari jerat karena asetnya disembunyikan atau dicuci. Dengan RUU ini, negara bukan hanya bisa menghukum, tapi juga bisa nyita harta hasil korupsi.
2. Modus Narkoba Baru di Lapas — CCTV Jadi Alat Komunikasi
Ternyata, di balik jeruji, ada teknologi canggih yang nyebelin—narapidana bisa komunikasi lewat CCTV 360° berbasis WiFi. Soedeson sempat bahas ini di rapat Komisi III bareng BNN, sambil bilang anggaran penanganan narkoba harus bisa dinaikkan sepuluh kali lipat!
3. Pantau Barang Impor — Biar Industri Lokal Gak Kiamat
Komisi III ngebentuk Panja buat ngawasin impor barang yang sering disalahgunakan. Soedeson bilang ada dua modus lawas: API-P dan API-U dipake nangkep bahan jadi, bukan bahan baku—ini bikin industri tekstil lokal jadi kacau balau.
4. Justice Collaborator — Harus Acak Tapi Transparan!
Soedeson juga bahas soal pengaturan justice collaborator (JC)—orang yang bantu bongkar kasus hukum besar demi bebas bersyarat. Dia seneng ada PP Nomor 24/2025, tapi tetep minta proses seleksinya diawasi ketat dan transparan.
5. Solidaritas untuk Polisi Papua — Apresiasi & Perhatian Serius
Di Hari Bhayangkara ke-79, Soedeson mendesak pemerintah kasih perhatian lebih ke anggota Polri yang bertugas di Papua. Katanya mereka kerja di medan berat tanpa infrastruktur mumpuni—maka kesejahteraannya harus diperkuat.
6. Insiden TNI vs Polri di Tarakan — Jangan Jadi Contoh Buruk
Ketika ada insiden TNI menyerbu Mapolres Tarakan, Soedeson langsung angkat suara. Menurutnya, konflik antar institusi kayak gitu gak boleh pakai kekerasan. Dia minta pimpinan TNI gerak cepat agar hal kayak itu gak terulang.
Infokus:
Soedeson Tandra bukan cuma jago diplomasi di ruangan rapat, tapi juga pejuang nyata buat regulasi tegas, penegakan hukum, dan perlindungan keadilan. Dari sinyal mode solid pro-keadilan sampai kritik halus soal teknologi penjara, dia paham banget cara nge-handle isu-isu pelik dengan freshness ala anak muda.
