ManusiaSenayan.id – Gengs, apakah kalian ngerasa politisi itu jauh dan kaku? Nah, si Furtasan Ali Yusuf—atau sering disapa Furtasan—justru kebalikannya: santai, hangat, tapi tetap punya visi kuat. Yuk, intip sisi “behind the scene”-nya yang beda dan relatable banget!
Syukuran Kampung = Awalan yang Dekat Banget!
Setelah dilantik sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029, Furtasan nggak langsung sibuk foto formal. Dia malah gelar syukuran di dua lokasi: pertama di Kampung Kebalen, Desa Pulo Panjang, dan setelah itu di kediamannya di Serang. Warga kota dan desa datang ramai—bahkan sampai 2.000 orang hadir! Tasyakurannya jadi momen saling sapa, sambil serap aspirasi riil dari konstituen langsung di lapangan.
Misi Politik = Dekat Sama Akar Lokal
Memang nggak hanya acara syukuran yang jadi sorotan. Furtasan secara terang-terangan nyatakan komitmen serius: “Sebagai anggota DPR RI, saya siap memperjuangkan aspirasi warga Banten II,” katanya, sambil janji bawa program beasiswa dan tingkatkan layanan kesehatan.
Si Legislator dari Dapil Banten II yang Memimpin Suara Rakyat
Furtasan menang mutlak di Dapil Banten II, dengan 144.950 suara—terbanyak di antara calon lain. Wah, itu seperti membuktikan kalau dia memang punya koneksi dalam dan niat kuat untuk bekerja nyata!
Dari Kerasnya Rapat ke Hati Warga—Delivery Aspirasi yang Sebenarnya
Nggak cuma di depan rakyat, suara Furtasan juga lantang didengar di Senayan. Ia masuk Komisi X, di mana dia menyuarakan pentingnya evaluasi Perguruan Tinggi di bawah kementerian dan lembaga (PTKL). Dia juga fokus pada penataan pendidikan, kemajuan vokasi, dan pemanfaatan anggaran Rp104 triliun secara tepat dan merata—semua demi generasi muda yang lebih punya kesempatan pendidikan!
Dan bukan hanya soal pendidikan, Furtasan juga peduli perlindungan guru—menyoroti kasus kriminalisasi guru honorer di Konawe, yang menurutnya seharusnya diselesaikan dengan musyawarah dan pendekatan restoratif, bukan langsung hukum!
Kenapa Cerita Ini Worth to Know?
Human & Relatable: Bukan sosok politisi yang jauh dan formal, tapi yang nyata, turun tangan, dekat sama masyarakat.
Legitimasi Pop: Suara terbanyak di dapilnya bukan kebetulan—itu bukti rakyat dukung dengan serius.
Visi dan Langkah Nyata: Mulai dari pendidikan, guru, sampai pemberdayaan vokasi—programnya nggak sekadar ada di kertas rapat.
Back to Roots: Syukuran kampung bukan sekadar gaya—itu cara dia tunjukin bahwa dia masih grounded dan peka sama akar budaya lokal.
