ManusiaSenayan.id Nama Puteri Anetta Komarudin mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan pegiat isu ekonomi dan keuangan. Lahir di Bandung pada 21 Agustus 1993, Puteri termasuk salah satu politisi muda yang kariernya cukup konsisten: dari kuliah ekonomi, kerja di sektor pengawasan keuangan, sampai akhirnya duduk di Komisi XI DPR RI, komisi yang ngurusin sektor finansial, perbankan, dan anggaran negara.
Bisa dibilang, jalur hidupnya cukup “lurus” untuk ukuran politisi muda—dan ini yang bikin banyak orang melihatnya sebagai money geek yang sebenarnya: bukan karena gaya, tapi karena memang paham teknisnya.

Awal Perjalanan: Dari Melbourne, Harvard, ke OJK

Puteri menyelesaikan Bachelor of Commerce – University of Melbourne, lalu mengambil HBX CORe – Harvard Business School—kursus berisi analisis bisnis, ekonomi manajerial, dan akuntansi keuangan.

Sebelum terjun ke DPR, Puteri bekerja sebagai Pengawas Bank Junior di OJK (2016–2018). Di posisi itu, ia menangani pengawasan operasional perbankan, memahami proses risk management, compliance, hingga analisis laporan keuangan bank.
Pengalaman teknis inilah yang membentuk cara Puteri melihat isu ekonomi—lebih struktural, berbasis data, dan fokus pada risiko serta perlindungan konsumen.

Fokus Politik: Keuangan Modern & Perlindungan Publik

Di DPR, Puteri banyak bersuara soal isu finansial digital dan kebijakan yang relevan bagi generasi muda. Beberapa fokusnya:

  1. Literasi Aset Kripto
    Puteri mendesak OJK memperkuat literasi dan pengawasan aset kripto. Menurutnya, banyak investor muda masuk tanpa memahami risiko volatilitas dan keamanan. Ia menekankan perlunya SDM regulator yang paham teknologi keuangan.

  2. Green Finance & ESG
    Puteri aktif mendorong bank—terutama BPD—untuk memperkuat portofolio pembiayaan hijau. Ia menegaskan bahwa keuangan berkelanjutan merupakan mandat regulasi dan bagian dari transisi ekonomi nasional.

  3. Perlindungan Data & Keamanan Rekening
    Puteri menyoroti penyalahgunaan data pribadi untuk rekening ilegal atau pinjol. Ia meminta OJK memperketat KYC dan menindak bank yang lalai memverifikasi identitas nasabah.

  4. APBN yang Tepat Sasaran
    Dalam pembahasan anggaran, Puteri menekankan efektivitas belanja negara agar APBN benar-benar memberi manfaat dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

  5. SDM & Pendidikan Keuangan Masa Depan
    Puteri beberapa kali menyoroti urgensi penguatan SDM, termasuk memetakan kebutuhan talenta untuk sektor prioritas seperti digital, industri hijau, dan ekonomi berbasis teknologi.

Sikap Ekonomi: Optimistis Tapi Realistis

Dalam berbagai kesempatan, Puteri menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia punya fundamental kuat, namun tetap perlu pengawasan fiskal dan pengelolaan risiko yang disiplin. Sikapnya cenderung moderat: optimistis tapi tetap berbasis indikator dan data global.

Kenapa Ia Disebut “Money Geek”?

Sebutan ini muncul bukan karena branding, tetapi karena rekam jejaknya:

Pendidikan ekonomi
Pengalaman teknis mengawasi bank di OJK
• Penugasan di Komisi XI
• Fokus pada isu keuangan modern, risiko digital, dan perlindungan konsumen

Ia membahas kripto, ESG, KYC, dan APBN dengan cara yang mudah dipahami generasi muda, tetapi tetap sesuai konteks regulasi.

Puteri Komarudin adalah contoh politisi muda yang membawa keahlian spesifik ke Senayan. Profilnya menunjukkan kombinasi pengalaman pengawasan keuangan, pendidikan ekonomi internasional, dan fokus isu terkait perubahan finansial modern.

Dengan gaya komunikasinya yang santai namun berbasis data, wajar jika banyak yang melihatnya sebagai “The Real Money Geek” di Parlemen—sosok yang membahas keuangan bukan sebagai jargon, tetapi sebagai bidang yang benar-benar ia kuasai dan perjuangkan.