ManusiaSenayan.id Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan bukan pendatang baru di Senayan. Ia lahir di Kendari, 2 September 1989, dan sudah merasakan langsung dinamika parlemen daerah sejak periode sebelumnya. Bagi Wa Ode, politik bukan soal coba-coba—tapi soal konsistensi menjaga suara daerah.

Ia pertama kali duduk sebagai Anggota DPD RI periode 2019–2024. Lima tahun menjalani peran sebagai senator, Wa Ode kembali mendapat mandat publik. Pada Pemilu Legislatif 2024, ia terpilih kembali sebagai Anggota DPD RI periode 2024–2029 dengan perolehan 119.728 suara sah. Angka ini jadi bukti kepercayaan masyarakat Sulawesi Tenggara yang masih solid.

Modal Wa Ode bukan cuma jaringan politik, tapi juga latar pendidikan internasional. Ia meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Leeds Beckett University, United Kingdom, pada 2014. Pengalaman belajar di luar negeri ini membentuk cara pandangnya yang cukup strategis—terbiasa melihat persoalan dengan kacamata manajemen dan tata kelola.

Sebagai Senator DPD RI, Wa Ode berada di posisi yang khas: membawa aspirasi daerah tanpa embel-embel partai. Fokus utamanya adalah memastikan kepentingan Sulawesi Tenggara tetap masuk dalam pembahasan nasional, terutama isu pembangunan daerah, ekonomi lokal, dan penguatan peran perempuan.

Kehadiran Wa Ode di DPD juga penting dari sisi representasi. Ia adalah bagian dari wajah perempuan muda yang konsisten bertahan di lembaga negara, bukan sekadar numpang lewat satu periode. Dari Kendari ke Senayan, ia menunjukkan bahwa keberlanjutan politik lahir dari kerja dan kepercayaan publik.

Di tengah riuhnya politik nasional, Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan memilih jalur yang lebih tenang: bekerja, menjaga mandat, dan terus mengawal suara daerah. Dua periode di DPD RI bukan cuma catatan waktu, tapi penanda komitmen.