ManusiaSenayan.id Nama Andhika Mayrizal Amir datang dari dunia yang rapi dan penuh detail: hukum. Ia lahir di Jakarta, 14 Mei 1985, tumbuh dengan latar pendidikan yang jelas arahnya—aturan, dokumen, dan kepastian hukum. Jalurnya ke politik bukan zig-zag, tapi hasil dari akumulasi pengalaman profesional.

Secara akademik, Andhika adalah lulusan S2 Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Program Studi Magister Kenotariatan, yang ia selesaikan pada 2012. Ini bukan sekadar gelar, tapi fondasi keahlian yang menuntut ketelitian tinggi dan pemahaman mendalam soal legalitas.

Di dunia praktik, Andhika aktif sebagai PPAT di Kabupaten Tangerang dan Notaris di Jakarta Selatan. Hari-harinya berkutat dengan akta, perjanjian, dan urusan legal masyarakat—mulai dari properti sampai administrasi hukum. Dari situ, ia melihat langsung bagaimana aturan negara bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari warga.

Masuk ke panggung politik pada Pemilu Legislatif 2024, Andhika meraih 130.859 suara. Angka ini jadi penanda kepercayaan publik pada figur yang datang dari jalur profesional, bukan semata politisi karier. Ia membawa perspektif praktisi hukum ke ruang pengambilan kebijakan.

Pendekatan Andhika cenderung tenang dan berbasis argumen. Ia terbiasa bekerja dengan kepastian hukum, bukan sekadar wacana. Buatnya, kebijakan publik ideal adalah yang rapi secara regulasi dan bisa dieksekusi di lapangan—nggak bikin multitafsir apalagi ribet di kemudian hari.

Dari meja notaris ke arena politik, Andhika Mayrizal Amir hadir sebagai tipe yang jarang cari panggung, tapi kuat di substansi. Ia mewakili wajah Senayan yang lahir dari profesi: paham aturan, dekat dengan problem konkret, dan fokus ke solusi.