Manusiasenayan.id – Suasana Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Selasa (27/1/2026) siang, sempat tegang level waswas. Sekitar 600 orang massa yang diduga pekerja pabrik rokok lokal turun ke jalan, melakukan aksi sweeping buat nyari oknum LSM yang katanya mau demo ke gudang rokok di Jalan Jokotole.
Massa bergerak jalan kaki ke pusat kota, sebagian bawa pentungan, dengan satu tujuan: nol toleransi buat aksi yang dianggap ngancam mata pencaharian mereka. Bagi mereka, isu demo ini bukan sekadar kabar angin, tapi ancaman langsung ke dapurnya buruh.
Begitu sampai di kawasan Arek Lancor, situasi sempat nyaris meledak. Massa hampir bentrok sama kelompok lain yang dicurigai sebagai LSM yang dicari. Sebuah mobil pikap pengangkut sound system bahkan sempat digedor karena dikira mau menuju gudang rokok.
“Bukan saya, bukan saya. Ini kita mau ke Bappeda,” ujar salah satu orang dari kelompok tersebut sambil mencoba klarifikasi.
Di tengah panasnya suasana, koordinator lapangan aksi, Junaidi, langsung ambil alih. Dengan teriakan lantang, ia mencoba meredam emosi massa.
“Bukan-bukan itu, balik ayo, bukan itu LSM-nya!” teriak Junaidi.
Setelah dipastikan salah sasaran, ketegangan perlahan turun suhu. Massa buruh rokok lalu melanjutkan sweeping di area Arek Lancor, sebelum bergerak menyisir Jalan Agus Salim, Jalan Kolpajung, hingga Jalan Stadion. Aksi ini bahkan sempat live di media sosial, bikin warganet ikut mantengin situasi secara real time.
Salah satu perwakilan massa, Bintang, menegaskan sikap mereka tanpa basa-basi.
“Kami nggak mau ada segelintir lembaga yang ganggu. Kalau mau bantu masyarakat, sediakan lapangan kerja, bukan bikin ribut. Di sini orang bisa kerja tanpa ijazah,” tegasnya.
Ia juga mengungkap dampak langsung dari isu tersebut. Aktivitas kerja di gudang rokok terpaksa diliburkan sementara, cuma gara-gara kabar aksi yang ujung-ujungnya nggak kelihatan batang hidungnya.
“Sementara kita libur nyambut aksi tamu dari lembaga itu, tapi tamunya nggak ketemu,” tambah Bintang, setengah kesal.
Setelah muter-muter kota dan nihil hasil, massa akhirnya kembali dan bersiaga di sekitar gudang pabrik rokok Jalan Jokotole. Situasi pun berangsur kondusif, meski tensi sosial masih terasa.
Ini bukan soal demo vs demo. Ini soal buruh yang ngerasa tempat kerjanya diancam, dan mereka milih turun duluan sebelum nasibnya ditentukan orang lain. Di Pamekasan hari itu, rokok bukan cuma soal industri, tapi soal hidup.
