Manusiasenayan.id – Kalau lo denger nama Sari Yuliati, mungkin yang kebayang politikus biasa. Tapi nih ya, sosok perempuan ini tuh beda banget vibe-nya. Ir. Hj. Sari Yuliati, M.T. — wakil rakyat dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) yang sekarang lagi naik level sebagai Wakil Ketua DPR RI, itu bukan hasil instan. Ini perjalanan panjang dari sekolah, partai, sampai kursi pimpinan parlemen.
Sari lahir di Jakarta, 2 Juni 1976. Jejak pendidikannya juga bukan kaleng-kaleng; dia belajar teknik sipil dari Universitas Trisakti (S1), lanjut Magister Teknik Sipil di Universitas Indonesia, bahkan lanjut studi hukum hingga jenjang doktoral.
Masuk politik? Itu udah jadi bagian hidupnya sejak lama. Dari awal dia aktif di internal Partai Golkar, mulai dari jadi Bendahara Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Bendahara Lembaga Pengelolaan Kaderisasi, sampai Wakil Sekretaris Jenderal DPP dan Bendahara Umum DPP Partai Golkar — lo bayangin, perempuan ini memang udah nge-gas dari belakang layar sampai ke level tertinggi struktur partai.
Di Pemilu 2019 dan 2024, Sari terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Barat II yang mencakup seluruh Pulau Lombok—Lombok Barat, Tengah, Timur, Utara, dan Kota Mataram. Itu bukan isu kecil; NTB punya karakter masyarakat yang kuat, religius tapi juga kritis soal kesejahteraan dan hukum. Sari mampu nyambung sama mereka.
Di DPR, dirinya dikenal bagian dari Komisi III, yang fokusnya sengit karena nanganin hukum. Keren banget, karena posisi itu sering jadi sorotan publik dan penuh tantangan buat bikin kebijakan yang adil dan tegas.
Nah, yang paling fresh banget nih: 27 Januari 2026, DPR resmi angkat Sari Yuliati jadi Wakil Ketua DPR RI menggantikan Adies Kadir yang mundur karena jadi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Ini bukan sekadar upgrade posisi, tapi tanda kepercayaan besar dari partai dan seluruh anggota DPR.
Peran baru ini bikin Sari bertanggung jawab atas koordinasi Bidang Ekonomi dan Keuangan DPR RI, yang artinya dia nggak cuma kudu paham soal hukum dan keamanan, tapi juga strategi besar soal anggaran negara dan arah kebijakan fiskal parlemen. Itu levelnya udah jadi arsitek kebijakan nasional!
Yang bikin Sari ini relatable banget buat generasi milenial dan gen Z adalah alur kariernya yang gradual tapi konsisten. Dari kader partai, aktif di struktur internal, sampai jadi pimpinan parlemen nasional — itu bukti kerja keras, strategi, dan integritas yang nggak main-main. Dia bukan sekadar nawarin janji, tapi ngotot kerja di ruang publik yang kadang rumit tapi krusial banget buat masa depan bangsa.
Jadi kalau lo lagi mikir politik itu jauh atau elit banget—lih at Sari Yuliati: dari Jakarta ke NTB, dari internal partai sampai pucuk pimpinan DPR. Itu bukan kebetulan — itu hasil kerja yang nyambung banget sama aspirasi rakyat.
