ManusiaSenayan.id – Kabar soal “Super Flu” subclade K lagi ramai dibahas dan bikin sebagian orang langsung mikir, “Waduh, apalagi nih?” Tenang bestie, tarik napas dulu. Kementerian Kesehatan memastikan bahwa varian Influenza A (H3N2) subclade K memang sudah ditemukan di Indonesia sejak 25 Desember 2025, tapi kondisinya masih terkendali.
Plt Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr Prima Yosephine, menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan nasional, tren kasus influenza justru menurun dalam dua bulan terakhir. Ia menegaskan, “Keberadaan subclade K tidak memengaruhi kondisi epidemi influenza di Indonesia.” Meski begitu, kewaspadaan tetap harus jalan. Masker saat kurang sehat, rajin cuci tangan, dan menerapkan PHBS bukan sekadar formalitas, tapi bentuk cinta pada diri sendiri dan orang sekitar.
Soal vaksin, kabarnya masih cukup aman. dr Prima menyebut, “Efektivitas vaksin terhadap subclade ini berkisar 64–78% pada anak-anak dan 41–55% pada kelompok dewasa dalam mengurangi keparahan.” Jadi vaksin flu itu masih relevan, bukan barang usang.
Data Kemenkes mencatat ada 62 kasus di delapan provinsi, dengan mayoritas pasien adalah anak-anak. Ketua Umum IDAI, dr Piprim B Yanuarso, mengingatkan orang tua agar lebih peka. Menurutnya, “Subclade K ini memang agak sulit dikenali dan bisa menembus kekebalan yang sudah ada sebelumnya.” Tapi ia menegaskan, istilah super flu bukan berarti selalu berujung fatal.
Dari sisi gejala, dokter paru Prof dr Agus Dwi Susanto menjelaskan bahwa subclade K bisa menimbulkan demam tinggi, nyeri otot berat, lemas ekstrem, hingga batuk kering. Penularannya juga cepat, satu orang bisa menulari 2–3 orang. Karena itu, langkah preventif tetap wajib: jaga stamina, makan bergizi, istirahat cukup, pakai masker, dan vaksinasi.
Intinya, nggak perlu panik, tapi juga jangan sok kebal. Tetap waspada, tetap santun, dan jangan lupa: sehat itu bukan tren, tapi kebutuhan.
