ManusiaSenayan.id — Kalau biasanya anggota DPR reses cuma formalitas, Bahtra Banong kayaknya beda nih. Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini turun langsung ke Bombana dan Kolaka buat dengerin curhat warga. Dan, seperti biasa, begitu ketemu wakil rakyat, tabungan uneg-uneg warga langsung tumpah semua.
Mulai dari harga gabah yang jatuh bebas, tanah garapan yang tiba-tiba dikuasai perusahaan, sampai sinyal HP yang suka ngilang tanpa kabar. Lengkap, kayak paket kombo masalah rakyat!
“Mayoritas masyarakat di Bombana dan Kolaka ini petani dan nelayan. Sebagian besar mengeluhkan harga gabah mereka dibeli di bawah harga yang ditetapkan pemerintah (Rp6.500),” jelas Bahtra.
Waduh, kalau begini, petani bisa panen kecewa duluan sebelum panen padi.
Nggak cuma itu, Bahtra juga dapet laporan kalau banyak lahan warga dikuasai perusahaan besar. Lah, warga udah garap dari dulu, eh tiba-tiba jadi ‘tamu’ di tanah sendiri. Sedih banget sih ini.
Masalah sinyal juga nggak kalah nyesek.
“Masih banyak desa-desa yang tidak terjangkau jaringan internet maupun sinyal telepon,” kata Bahtra.
Bayangin, zaman sekarang susah sinyal itu kayak hidup tanpa WiFi — nggak bisa jualan online, kerja, atau kirim sticker WA buat ngode gebetan.
Tapi tenang, politisi Fraksi Gerindra ini janji nggak bakal tinggal diam.
“Untuk konflik pertanahan, karena merupakan bidang Komisi II, tentu saya akan bantu menyampaikan ke Kementerian ATR/BPN,” ujarnya.
Sebagai langkah cepat, Bahtra kasih paket sembako — beras, minyak, telur, mie instan — biar warga bisa masak enak sambil nunggu solusi datang.
Katanya, “Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat.”
Semoga beneran ya, Pak. Soalnya rakyat udah kenyang janji, tapi belum kenyang nasi.
