ManusiaSenayan.id — Dunia baru aja ngegas santai karena ada kabar gembira: Hamas dan Israel katanya udah deal buat gencatan senjata. Semua berharap, “Akhirnyaa… bisa tenang dikit!” Eh, belum juga 72 jam, Gaza malah diserang lagi. Plot twist-nya cepet banget kayak sinetron prime time.
Padahal, dalam kesepakatan itu, rencananya bakal ada pertukaran sandera — warga Israel ditukar dengan hampir 2.000 tahanan Palestina. Tapi baru juga mau mulai babak “damai-damaian”, tiba-tiba muncul babak baru: “serangan balik lagi.” Dunia pun auto tepuk jidat bareng-bareng.
Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera, langsung angkat suara. Nada beliau sih sopan, tapi vibe-nya jelas: kecewa berat.
“Kami sangat prihatin dengan terulangnya serangan di Gaza setelah adanya kesepakatan gencatan senjata. Tindakan ini jelas merusak kepercayaan yang sedang dibangun dan semakin memperburuk penderitaan rakyat sipil yang sudah terlalu lama menderita akibat konflik ini,” kata Mardani, Kamis (9/10/2025).
Politisi Fraksi PKS ini juga nyentil dunia internasional, terutama PBB, biar gak cuma jago bikin statement kece di podium, tapi juga gerak nyata di lapangan.
“Perdamaian sejati hanya dapat terwujud jika semua pihak berkomitmen menghentikan kekerasan dan membuka akses kemanusiaan secara penuh. Indonesia akan terus konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina menuju kemerdekaan dan kehidupan yang bermartabat,” lanjutnya, kalem tapi ngena. 💬
Intinya, kalau mau damai, ya jangan drama. Dunia udah tired sama konflik yang kayak lagu lama di-repeat terus. Saatnya buktiin kalau “komitmen perdamaian” itu bukan cuma caption diplomatik — tapi aksi nyata.
