ManusiaSenayan.id – Ekonomi tuh ibarat kendaraan, kalau nunggu gasnya ditarik di pertengahan tahun, ya lajunya keburu lelet. Hal inilah yang bikin Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, agak gemas. Dalam rapat kerja bareng pemerintah di Senayan, dia nyorotin soal rendahnya serapan anggaran kementerian yang ternyata masih seret banget.

“Karena penyerapan anggaran 2025 ini berpengaruh sekali dengan pertumbuhan ekonomi. Di tanggal 1 September tadi, hampir seluruh kementerian tidak sampai 50 persen serapannya,” kata Sudjatmiko.

Menurut politisi PKB ini, kementerian jangan nunda program yang bisa langsung dijalankan sejak awal tahun. Bahkan, dia nyaranin biar proses lelang dimulai lebih cepat, jangan nunggu kalender baru jalan jauh.

“Ini sebagai catatan kita, sebaiknya jika ada program yang harus dilakukan, istilahnya dilakukan di kuartal awal itu lebih baik. Jadi mulai dari November atau Desember, kalau anggaran sudah bisa digunakan, bisa dilelang sejak itu. Karena ini sangat berpengaruh sekali dengan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Yang paling jadi sorotan Sudjatmiko adalah program padat karya. Menurutnya, program ini punya efek instan buat masyarakat kecil karena langsung nyerap banyak tenaga kerja.

Program padat karya itu yang sekarang dilakukan baru berjalan di awal Agustus bahkan September. Kalau bisa di bulan Maret, April itu sudah bisa dijalankan di tahun depan. Karena anggaran ini langsung ke kelompok-kelompok kecil, sangat bermanfaat di tingkat bawah,” jelasnya.

Selain itu, rapat juga bahas soal tambahan pagu anggaran 2025 hasil buka blokir, plus usulan tambahan pagu buat 2026. Hadir juga sederet menteri, mulai dari PUPR, Perhubungan, Perumahan, Transmigrasi, sampai Kepala BMKG.

Intinya, DPR wanti-wanti: kalau mau ekonomi kenceng, jangan nunggu late game. Tarik gas dari awal, bro!