ManusiaSenayan.id Kabar baru dari dunia per-diplomasian kita nih—dan tenang, ini bukan drama politik yang bikin dahi berkerut. Komisi I DPR RI lagi happy vibes karena Wapres Gibran Rakabuming Raka ngumumin kebijakan bebas visa antara Indonesia dan Afrika Selatan. Diumuminnya pun di Johannesburg, jadi kesannya kayak “soft launching internasional” gitu.

Anggota Komisi I DPR RI, Junico B.P. Siahaan, langsung kasih pandangan yang cukup no filter but polite. Dia ngingetin hal basic tapi krusial dalam hubungan negara: prinsip timbal balik.
Kutipan lengkapnya (dan ini harus tepat):
“Hubungan luar negeri itu biasanya timbal balik. Anda kasih, kami kasih. Kalau kita ke negara Anda perlu visa, maka sebaliknya juga begitu, kecuali ada pertimbangan tertentu. Prinsip resiprokal ini wajib dijaga.”

Bahasa Gen Z-nya: kalau kamu ngasih free access, ya kita juga pengin diperlakukan sama. Jangan one-sided love, bestie.

Junico juga bilang Afrika Selatan selama ini gak pernah bikin “catatan minus” sama Indonesia, jadi kerja sama bebas visa ini aman-aman aja. Yang penting, katanya, kajian teknis dari Kemenlu dan Imigrasi nunjukin manfaat nyata—politiknya adem, ekonomi cuan, perdagangan lancar, pariwisata hidup. Baru deh gas.

Dia juga ngingetin pengalaman 2014, ketika Indonesia sempat baik hati buka bebas visa untuk 147 negara, tapi akhirnya diperketat karena… ya, manfaatnya “nggak vibes” dan nggak timbal balik. Jadi sekarang harus lebih selektif biar nggak kejebak harapan palsu kebijakan.

Sementara itu, Komisi I juga lagi ngelirik wacana Visa ASEAN ala Schengen. Idenya sih keren, kayak backpacker edition Asia Tenggara, tapi Indonesia masih mikir dari sisi keamanan. Jangan sampai keren doang tapi bikin ribet.

Gibran sendiri nyebut Afrika Selatan sebagai mitra strategis sekaligus pintu masuk ke pasar Afrika. Junico pun nutup manis:
“Kalau kajian Kementerian Luar Negeri menunjukkan manfaat dan tidak ada masalah, tentu kami mendukung.”

Bener-bener vibes diplomasi yang no drama, just progress.