Manusiasenayan.id – Indonesia resmi gabung Dewan Perdamaian Gaza. Presiden Prabowo Subianto meneken Piagam Dewan Perdamaian yang digagas Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Masuknya Indonesia ini langsung dapet catatan dari DPR: niat baik iya, tapi jangan lengah secara politik.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta, bilang langkah ini bisa dipahami secara moral, tapi risikonya gede secara geopolitik.
“Indonesia perlu hadir supaya fase pascaperang Gaza nggak cuma diatur negara besar dengan kepentingan sepihak. Kita punya mandat moral dan sejarah buat jaga isu keadilan Palestina,” kata Sukamta.
Tapi ada satu catatan penting: Dewan Perdamaian Gaza ini di luar mekanisme resmi PBB. Menurut Sukamta, ini rawan bikin isu Palestina dipersempit cuma jadi urusan stabilitas keamanan, bukan soal pendudukan dan pelanggaran HAM.
“Perdamaian jangan cuma dimaknai nggak ada perang. Kalau pendudukan Israel dan pelanggaran hukum internasional diabaikan, itu bahaya,” tegasnya.
Makanya, DPR wanti-wanti: Indonesia jangan sekadar numpang duduk. Harus aktif, kritis, dan bersyarat. Pemerintah diminta tetap konsisten dorong penghentian pendudukan Israel, tanpa ikut-ikutan memutihkan kejahatan kemanusiaan.
“Indonesia harus jadi penjaga nurani global. Jangan sampai kata ‘damai’ malah mengubur keadilan,” lanjut legislator dari DI Yogyakarta itu.
Prabowo Teken Piagam di Davos
Penandatanganan piagam ini dilakukan di annual meeting Davos, Swiss, Kamis (22/1). Forum ini dipimpin langsung oleh Donald Trump, dan Prabowo hadir sebagai salah satu kepala negara.
Trump bilang, Board of Peace ini melibatkan banyak negara dan terbuka kerja sama dengan PBB. Dalam pidatonya, Trump juga sempat klaim berhasil mengakhiri 8 perang dalam 9 bulan.
Usai sambutan, para pemimpin dunia satu per satu dipanggil buat teken piagam. Prabowo duduk di sisi kiri Trump saat menandatangani dokumen tersebut.
Masuknya Indonesia ke Dewan Perdamaian ini jelas bukan langkah kecil. Pertanyaannya sekarang: Indonesia bakal jadi pemain aktif pembela keadilan, atau cuma figuran di panggung perdamaian global?
