ManusiaSenayan.id – Pemerintah Provinsi Banten nggak mau cuma duduk manis ketika bencana besar melanda Sumatera. Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah langsung tancap gas buat turun ke lokasi terdampak dan ngasih bantuan secara langsung kepada warga yang lagi berjuang di tengah kondisi sulit.
“Insyaallah nanti kami berbagi tugas. Saya ke Sumatera Barat, Pak Sekda ke Aceh, dan Pak Wakil Gubernur ke Sumatera Utara,” kata Andra di Kota Serang, Kamis (11/12/2025).
Andra berangkat hari itu juga lewat Bandara Soekarno-Hatta, ditemani sang istri, Tinawati Andra Soni. Menurutnya, kehadiran langsung dari pemerintah itu penting banget—bukan cuma buat serah-terima bantuan, tapi juga buat ngasih dukungan moral ke masyarakat yang masih berjibaku dengan kondisi pascabencana.
“Sesama kepala daerah, kita tahu persis beratnya beban mereka. Mereka harus evakuasi warga, beresin infrastruktur yang rusak, dan bangun ulang daerahnya. Kita datang buat kasih support, kasih energi, biar mereka tahu mereka nggak sendirian,” tegasnya.
Lewat program Banten Peduli Bencana, Pemprov Banten mengirimkan bantuan senilai Rp3 miliar plus logistik untuk korban banjir dan longsor di Sumbar, Sumut, dan Aceh. Nominalnya dibagi rata: Rp1 miliar untuk tiap provinsi. Bantuan ini diserahkan secara simbolis ke perwakilan badan penghubung masing-masing daerah.
Sekda Banten, Deden Apriandhi, menegaskan kalau bantuan ini bukan soal besar-kecilnya angka, tapi soal empati.
“Sakitnya saudara kita di Sumut, Sumbar, dan Aceh itu juga sakitnya masyarakat Banten. Apa yang kami berikan mungkin nggak sebanding dengan musibah yang mereka alami, tapi inilah bentuk kepedulian kami sebagai satu bangsa dari Sabang sampai Merauke,” ujar Deden.
Bantuan tersebut bersumber dari APBD Provinsi Banten, dan jadi bentuk nyata bahwa solidaritas itu bukan cuma slogan. Pemerintah Banten pengin nunjukin bahwa ketika satu wilayah terdampak bencana, daerah lain siap jadi backup.
Dengan langkah cepat ini, Pemprov Banten berharap bantuan bisa mempercepat pemulihan dan bikin warga Sumbar, Aceh, dan Sumut tetap kuat menghadapi masa sulit. Karena pada akhirnya, Indonesia ini rumah bersama—dan kalau satu bagian rumah rusak, yang lain siap bantu ngebenerin.
