ManusiaSenayan.id – Kalau libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) itu ibarat tombol pause dari hidup yang penuh “kapan nikah?”, “kerja kapan naik?”, dan deadline yang datangnya kayak mantan—tiba-tiba muncul lagi—maka Hutan Pinus Pengger di Dlingo, Bantul, DIY ini cocok buat jadi tempat kabur yang terhormat. Di sini kamu bisa menikmati udara sejuk, deretan pohon pinus, dan panorama Kota Yogyakarta dari kejauhan. Vibes-nya tenang, nggak berisik, cocok buat kamu yang butuh healing tapi tetap sopan dan tidak mengganggu ketenangan semesta.
Yang bikin makin wholesome, tempat ini bukan sekadar wisata alam buat foto-foto doang. Hutan Pinus Pengger dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) “Notowono”, yang artinya menata hutan. Anggotanya 41 orang, semuanya warga setempat, kerja bareng Perhutani sebagai pemilik kawasan. Jadi, kamu liburan sambil mendukung warga lokal. Healing-nya dapet, pahala sosialnya juga dapet.
Soal konsep, mereka serius tapi tetap ramah. Kata Muhammad Ridho, anggota Pokdarwis, “Filosofi Notowono itu menata hutan agar tetap lestari, sekaligus bisa memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Apalagi saat libur Nataru, kami berupaya memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam,” (Senin, 29/12/2025). Jadi bukan cuma “jualan view”, tapi juga menjaga kelestarian alam.
Buat kamu yang datang demi konten, ada spot foto ikonik: instalasi tangan raksasa “Panca Wara” dan jembatan pohon. Bahkan ada fotografer profesional di lokasi. Untuk foto di spot itu, biayanya sekitar Rp5.000 per sesi. Murah, asal jangan pose yang bikin pohon pinus ikut bingung.
Tapi FYI, pengunjung Nataru kali ini belum seramai sebelum pandemi. Ridho bilang, “Per akhir Desember, jumlah pengunjung sekitar seribu orang lebih sejak sepekan terakhir. Angka ini masih jauh dibandingkan kondisi sebelum Covid-19,”. Sisi positifnya? Kamu bisa menikmati suasana tanpa desak-desakan. Jadi healing beneran.
Tiket masuk Rp7.000 per orang, buka dari 07.00–22.00 WIB, plus ada kafe dan warung sederhana. Intinya: kalau kamu pengin udara bersih, kepala lebih ringan, dan feed estetik tanpa bikin dompet nangis, Hutan Pinus Pengger ini bisa jadi pilihan—ternyata bahagia itu kadang cuma butuh hutan pinus dan sinyal HP yang nggak terlalu kenceng.
