ManusiaSenayan.id Di sebuah kampung bernama Kolowen di wilayah Papua Pegunungan, seorang anak muda tumbuh dengan kedekatan pada tanahnya sendiri. Namanya Matias Heluka. Dari kecil ia melihat tantangan hidup di pegunungan: akses terbatas, fasilitas minim, dan suara masyarakat yang sering tidak sampai ke pusat pemerintahan. Pengalaman itu membentuk tekadnya.

Perjalanan Matias membawanya jauh dari kampung menuju Jakarta. Ia memilih jalur akademik Hukum Tata Negara, menyelesaikan Sarjana dan Magister Hukum di Universitas Tama Jagakarsa. Pilihan ini strategis karena ia ingin memahami cara kerja negara untuk memperjuangkan masyarakatnya.

Tahun 2024, Matias maju sebagai calon DPD RI dari Papua Pegunungan. Ia menyusuri delapan kabupaten: Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara, Yalimo, Yahukimo, Nduga, Pegunungan Bintang, dan Mamberamo Tengah untuk bertemu langsung masyarakat. Ia hadir melalui dialog, pertemuan komunitas, dan diskusi santai.

Dari proses itu, Matias mendapat kepercayaan besar. Pada 1 Oktober 2024, ia resmi dilantik sebagai Anggota DPD RI 2024–2029. Pelantikan ini disambut dengan ibadah syukur di Jayapura—sebuah momen penuh makna bagi masyarakat Papua Pegunungan.

Di Senayan, Matias bergabung dengan Komite II DPD RI, bidang yang mengurus sumber daya alam, ekonomi daerah, infrastruktur, dan pembangunan wilayah—semua sangat relevan dengan kebutuhan Papua Pegunungan.

Setelah menjabat, Matias tetap konsisten turun ke masyarakat, hadir dalam kegiatan komunitas, berdialog dengan pemuda, dan menjaga kedekatannya dengan warga. Ia membangun gaya komunikasi terbuka dan lebih dekat dengan akar rumput, berbeda dari politisi generasi lama.

Bagi anak muda Papua Pegunungan, Matias adalah contoh bahwa seseorang dari kampung kecil dan daerah pegunungan tetap bisa melangkah ke Senayan tanpa kehilangan identitasnya.

Perjalanannya masih panjang. Tantangan Papua Pegunungan besar, tetapi posisi yang ia pegang membawa makna penting: suara pegunungan kini punya tempat dan wakil yang benar-benar berasal dari sana.