Manusiasenayan.id – Ramadan bukan cuma soal bukber dan ngabuburit. Di Bekasi Selatan, momen ini jadi ajang nyata buat berbagi. Kementerian Sosial (Kemensos) bareng sejumlah lembaga filantropi turun langsung menyalurkan santunan untuk ratusan anak yatim binaan sembilan yayasan di Kota Bekasi.
Kegiatan bertajuk Buka Puasa Bersama dan Pemberian Santunan Anak Yatim ini digelar di Masjid Jannatul Firdaus, atas inisiasi Yayasan Jannatul Firdaus. Tapi yang bikin beda, acara ini bukan kerja satu pihak. Ada kolaborasi solid antara Kemensos lewat Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Mandiri Amal Insani Foundation, Muslim Madani Foundation, dan Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN).
Dari Kemensos sendiri, bantuan yang digelontorkan mencapai Rp125 juta. Bentuknya bukan cuma simbolis, tapi real: 162 paket berisi perlengkapan sekolah, alat ibadah, dan kebutuhan nutrisi buat anak-anak yatim penerima manfaat. Jadi bukan sekadar seremoni, tapi langsung menyentuh kebutuhan harian mereka.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono yang hadir di lokasi menegaskan bahwa urusan anak yatim dan kelompok rentan gak bisa ditangani sendirian. Butuh gerak bareng. Apalagi, saat ini ada sekitar 23 juta orang miskin di Indonesia. Di dalamnya termasuk lansia dan yatim piatu yang perlu perhatian ekstra.
Menurut Agus Jabo, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto tengah mendorong berbagai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat. Targetnya jelas: menjangkau kelompok rentan yang selama ini belum tersentuh maksimal oleh layanan negara.
Ia menilai kegiatan santunan ini jadi contoh konkret bahwa sinergi pemerintah dan masyarakat itu bukan wacana. “Masih banyak saudara kita yang belum dapat program pemerintah. Mari kita kolaborasi supaya mereka dapat perhatian,” tegasnya.
Buat Agus Jabo, praktik baik seperti ini harus diperluas. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar peluang kelompok rentan bisa terselamatkan dan merasakan kebahagiaan yang layak.
Total ada 300 anak yatim dari sembilan yayasan yang ikut dalam kegiatan ini, mulai dari Rumah Safiinah, Zawiyatul Mubarak, Al Mabrur, hingga Nida Al Syakur dan lainnya. Sejumlah tokoh juga hadir, termasuk Kepala STPL Bekasi, perwakilan lembaga mitra, hingga jajaran Pemerintah Daerah Bekasi.
Intinya simpel: kalau mau bantu rakyat, jangan jalan sendiri. Gas bareng, biar dampaknya makin luas dan gak ada yang merasa ditinggal.
