Manusiasenayan.id – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia lagi buka-bukaan di Senayan. Ceritanya soal kebijakan BBM tahun lalu yang ternyata bikin banyak pihak nggak nyaman. Yup, ini soal keputusan Bahlil yang nggak ngasih izin tambahan impor BBM buat SPBU swasta. Efeknya? Sempat bikin heboh karena SPBU Shell, BP, sampai VIVO kehabisan stok.

Buat Bahlil, ceritanya simpel. Pemerintah udah kasih jatah impor ke SPBU swasta 100 persen, bahkan ditambah 10 persen ekstra. Jadi menurut dia, itu udah lebih dari cukup. Kalau masih kurang? Ya solusinya jelas: beli BBM dari Pertamina, bukan minta nambah impor seenaknya. Tapi ternyata, kebijakan ini bikin ada pihak yang panas.

Alih-alih protes resmi, serangannya datang lewat meme-meme di media sosial. Timeline sempat rame, nama Bahlil wara-wiri. Tapi doi santai. Pas Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR, Bahlil malah bilang kalau dia udah baca arah permainan ini dari awal. “Meme-meme kemarin itu keluar banyak ke saya, saya tahu. Ini bentuk penetrasi eksternal,” katanya.

Dengan gaya khas anak lapangan, Bahlil lempar peribahasa Papua yang cukup nyelekit: “Adek kau baru mau tulis, kakak sudah baca.” Artinya? Sebelum isu digoreng ke mana-mana, dia udah paham siapa yang lagi nggak senang dan kenapa. Buat dia, ini bukan sekadar soal stok BBM, tapi urusan kedaulatan negara.

Yang bikin makin tegas, Bahlil bilang dirinya nggak bakal mundur sedikit pun, meski ada tekanan atau intervensi. Bahkan ke depan, pemerintah punya rencana besar buat nyetop rezim impor. Nggak main-main, mulai dari solar, BBM non-subsidi, sampai avtur. “Sudahlah, kita stop rezim impor ini,” tegasnya tanpa basa-basi.

Bahlil juga ngungkap kalau sikap keras ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pesannya jelas: jangan mau diatur asing. Menurut Bahlil, kalau negara ngomong soal kedaulatan tapi masih takut sama tekanan luar, itu sama aja bohong. “Saya tidak mau jadi Menteri ESDM yang diatur asing. Ini perintah Presiden,” ujarnya.

Di mata Bahlil, urusan energi bukan cuma soal bisnis dan angka impor. Ini soal harga diri bangsa. Dan dari cara dia ngomong, kelihatan banget: selama masih pegang kendali, urusan energi Indonesia nggak bakal gampang diintervensi siapa pun.