ManusiaSenayan.id Nama Nabil Husien Said Amin Alrasydi lahir di Samarinda, 4 Juni 1994, dan dikenal publik bukan pertama-tama lewat politik, tapi lewat dunia sepak bola. Sebelum duduk di Senayan, Nabil sudah lebih dulu akrab dengan hiruk-pikuk stadion sebagai Presiden Klub Borneo FC—salah satu klub paling konsisten di sepak bola nasional.

Masuk ke parlemen sebagai Anggota DPR RI Fraksi NasDem dari Kalimantan Timur, Nabil membawa latar yang cukup unik. Ia datang dari dunia olahraga profesional, ruang yang sarat manajemen, tekanan publik, dan tuntutan hasil. Bagi Nabil, mengelola klub bola dan mengelola aspirasi publik punya satu benang merah: sama-sama soal kepercayaan dan kerja tim.

Meski data pendidikan dan organisasi formalnya tidak banyak tercatat, kiprah Nabil di sepak bola sudah menjadi “sekolah” tersendiri. Di bawah kepemimpinannya, Borneo FC tumbuh sebagai klub yang serius membangun sistem—dari manajemen hingga pembinaan pemain. Pengalaman ini membentuk cara pandangnya yang pragmatis dan berbasis hasil.

Di DPR RI, Nabil duduk di Komisi III, komisi yang membidangi hukum. Ia juga terlibat dalam Panitia Khusus, posisi yang membuatnya ikut terjun langsung dalam pembahasan isu-isu strategis nasional. Dari stadion ke ruang rapat parlemen, ritmenya memang berbeda, tapi tekanannya sama-sama tinggi.

Sebagai legislator muda, Nabil punya kedekatan dengan generasi yang selama ini merasa jauh dari politik—anak muda, suporter, dan komunitas olahraga. Ia hadir sebagai representasi bahwa jalur ke Senayan tidak selalu lewat birokrasi atau aktivisme kampus, tapi juga bisa lewat industri kreatif dan olahraga.

Dari Samarinda ke Senayan, Nabil Alrasydi membawa semangat yang sama seperti di lapangan: bermain kolektif, fokus pada strategi, dan mengejar hasil nyata. Politik versi dia mungkin nggak banyak jargon, tapi lebih ke kerja konkret.