ManusiaSenayan.id – Sidoarjo akhir pekan ini kedatangan “rombongan penting”—Komisi VI DPR RI yang lagi kunjungan kerja. Dipimpin Adisatrya Suryo Sulisto, mereka ngobrol serius bareng Danantara, BP BUMN, Pertamina EP, dan tentu saja PT PGN. Nah, dari obrolan ini muncul wacana yang lumayan bikin heboh: fungsi PGN dipisah dua!
Adisatrya bilang, “Dalam diskusi tadi beberapa Anggota Komisi VI mengusulkan agar tugas PGN dipisah menjadi dua bagian: fungsi komersial dan fungsi pelayanan publik (PSO).” Sebab, penggabungan keduanya bisa menghambat perkembangan perseroan.
Lanjut, ada juga ide buat mengalihkan sebagian subsidi LPG 3 kg ke pembangunan Jargas. Tapi Adisatrya langsung ngasih “rem tangan”: jangan buru-buru.
“Subsidi memang bisa dialihkan untuk pembangunan jargas, tetapi kebutuhan masyarakat terhadap LPG 3 kilogram saat ini juga harus diperhatikan,” ujarnya.
Intinya, DPR dukung pengurangan impor LPG, tapi pembangunan Jargas harus digenjot biar makin banyak rumah tangga bisa pakai energi yang stabil dan lebih murah.
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, ikut turun tangan. Katanya, program Jargas punya tiga masalah utama: “Keminatan Masyarakat, Keekonomian Badan Usaha, Konstruksi dan Perizinan.”
Arief juga nambahin harapannya: “Kami berharap adanya kemudahan perizinan dan pembebasan biaya daerah untuk meningkatkan keekonomian program Jargas sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional.”
Dan terakhir, ia menegaskan pentingnya “penyelarasan bauran energi antara Jargas dan LPG.”
Drama energi ini makin seru—tinggal lihat siapa yang paling cepat ngegas!
