ManusiaSenayan.id – Timeline lagi panas! Gara-gara ada razia kendaraan berplat Aceh di Sumatera Utara. Netizen auto ramai: “Lah, sejak kapan jalan raya pakai sistem keanggotaan daerah?!”
Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, akhirnya turun tangan kasih statement. Menurutnya, razia model begitu nggak bisa dibiarin karena malah bisa bikin ribut antar daerah.
“Hal seperti itu tidak boleh dibiarkan karena bisa menimbulkan berbagai ketegangan antar daerah. Kita ini negara kesatuan, bukan kumpulan ego kedaerahan. Benih-benih seperti itu harus segera dihentikan,” kata Saan di Senayan.
Saan juga ngingetin, aparat di daerah seharusnya lebih chill dalam menegakkan aturan. Jangan sampai warga luar daerah jadi insecure cuma karena plat beda. “DPR akan meminta penjelasan dan mendorong Kementerian Dalam Negeri untuk segera menangani persoalan ini. Jangan sampai berlarut-larut karena bisa merambat menjadi persoalan sosial yang lebih besar,” tegas politisi NasDem itu.
Intinya, jangan sampai hal kecil kayak plat nomor jadi trigger drama nasional. Kita udah punya cukup sinetron, jangan nambahin sinetron baru di jalan raya.
Saan pun kembali mengingatkan: “NKRI adalah harga mati. Tidak boleh ada ego sektoral atau kedaerahan yang justru melemahkan persatuan bangsa. DPR akan terus melakukan fungsi pengawasan agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.”
Nah, jadi jelas ya. Plat Aceh, plat Sumut, plat mana pun bebas lewat di seluruh Indonesia. NKRI tuh bukan kompetisi Mobile Legends antar server, tapi satu panggung besar buat semua warga. Jangan sampai jalan raya berubah jadi arena diskriminasi.
