ManusiaSenayan.id – Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, lagi-lagi kasih wejangan serius buat pemerintah daerah (Pemda): ayo dong bikin sistem pangan terintegrasi! Gampangnya, ini kayak bikin ekosistem makanan dari sawah sampai dapur biar rakyat nggak bingung soal harga beras, cabai, sampai telur dadakan mahal.

Menurut Sultan, Pemda harus bangun ketahanan pangan secara terstruktur dan sistematis, apalagi sekarang ada penyesuaian anggaran transfer ke daerah (TKD). “Pemerintah telah mengalokasikan ratusan triliun rupiah untuk program prioritas swasembada pangan, Sekolah Rakyat, dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Sehingga Pemda harus menyiapkan strategi yang tepat agar anggaran jumbo ini bisa diserap dan berputar optimal dalam ekonomi daerah,” ujarnya.

Sultan, yang asli Desa Pino, Bengkulu, menegaskan tiap daerah punya potensi pangan: mulai dari lahan, komoditas, sampai hortikultura. Jadi, Pemda harus jago kolaborasi lintas kementerian dengan pendekatan inovatif.

Ia menambahkan, “Dengan pendekatan inovasi pangan terintegrasi tidak hanya berpeluang meningkatkan multiplayer effect anggaran, tapi juga mengurangi ICOR atau biaya produksi pangan petani, peternak dan nelayan, termasuk UMKM manufaktur kecil. Di saat yang sama dapat meng-create ribuan pengusaha muda dan puluhan ribu lapangan kerja baru di daerah.

Makanya, Sultan mendorong insentif fiskal khusus buat Pemda yang aktif bikin inovasi pangan. Jadi yang kreatif dapat bonus, yang malas ya siap-siap gigit jari.

Intinya, kata Sultan: inovasi pangan itu bukan cuma soal kenyang, tapi juga bikin daerah sejahtera dan anak muda punya cuan dari usaha pangan.