ManusiaSenayan.id – Banjir di Sumut kemarin tuh beda level—nggak cuma bawa lumpur atau sampah random, tapi kayu gelondongan gede-gede ikutan hanyut kayak lagi naik arus ekspres. Videonya langsung viral dan netizen auto nyalain mode investigasi: “Ini kayu dari mana, bos?” Ternyata DPR juga punya rasa penasaran yang sama.
Komisi IV DPR RI bakal ngadain RDP bareng Kemenhut hari Kamis pekan depan. Fokus awalnya bahas banjir dan longsor di Sumut, tapi ya tentu aja bakal sekalian ngulik si kayu misterius itu. Wakil Ketua Komisi IV, Panggah Susanto, ngomong, “Hari Kamis akan ada RDP masalah banjir ini di Kemenhut.”
Video yang viral itu diduga direkam di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, daerah yang lagi kena banjir bandang. Dan ya, wajar kalau publik heboh, karena kayu-kayu itu ukurannya bukan “receh”.
Kemenhut nggak tinggal diam. Mereka menduga kayu-kayu itu asalnya dari PHAT yang berada di APL. Dirjen Gakkum Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, ngejelasin:
“Kita deteksi bahwa itu dari PHAT di APL. PHAT adalah pemegang hak atas tanah. Di area penebangan yang kita deteksi dari PHAT itu di APL, memang secara mekanisme untuk kayu-kayu yang tumbuh alami itu mengikuti regulasi Kehutanan, dalam hal ini adalah SIPPUH, Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan.”
Menurut Dwi, dugaan sementara: itu sisa tebangan lama yang udah lapuk, jadi gampang hanyut pas banjir gede. Tapi tim Gakkum tetap bakal cek lebih detail.
Dia juga jelasin bahwa Gakkum sering nemuin modus pencurian kayu ilegal lewat PHAT, termasuk di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Nah lho.
Pas ditanya apakah bisa jadi ada pembalakan liar, jawabannya jelas banget:
nggak menutup kemungkinan.
Jadi ya, tinggal nunggu hasil RDP. Apakah ini murni efek banjir, atau ada “tangan-tangan jahil” yang bikin hutan makin tipis?
