ManusiaSenayan.id – Ketua Komisi XIII DPR RI, Bang Willy Aditya, kayaknya lagi resah banget. Dia ngeliat makin banyak kejadian absurd yang mengatasnamakan “penjaga moral” tapi malah bubarin orang ibadah.

“Beribadah adalah hak konstitusional setiap warga negara dan wajib dilindungi oleh negara. Tidak ada alasan apapun membenarkan pembubaran aktivitas ibadah. Apalagi kalau diiringi intimidasi,” kata Bang Willy dengan nada kayak bapak-bapak sabar ngingetin warga yang ngeyel.

Latar belakangnya? Viral video di Cidahu, Sukabumi. Rumah dipakai retret keagamaan malah dirusak. Ada yang copot salib sambil teriak-teriak kayak mau demo diskon. Akhirnya 8 orang kena pasal perusakan.

Nggak cukup di Sukabumi, di Depok juga warga demo nolak pembangunan gereja. Alasannya? Katanya nggak ada sosialisasi. Kayak proyek jalan tol aja minta AMDAL sosial. Videonya viral, netizen debat panas di kolom komentar.

Bang Willy bilang, ya udah calm down. Kita ini negara yang katanya cinta damai. “Kita bangsa yang dibangun dengan dialog. Semua punya hak yang sama untuk beribadah, semua wajib menjamin ibadah berjalan baik. Jadi berdialoglah temukan persamaan untuk saling mendukung,” katanya, kayak guru BP ngajak musyawarah.

Dia juga bacain Pasal 28E UUD 1945 yang bilang tiap orang bebas beragama dan beribadah. Nggak ada tuh ayat tambahan: “kecuali kalau mayoritas keberatan.”

“Dalam hukum kita, nggak ada ruang buat tekanan kelompok ngatur prosedur negara. Kalau dibiarkan, yang dilanggar bukan cuma hukum tapi juga prinsip kebinekaan,” lanjut Bang Willy.

Dia bilang kunci kerukunan itu bikin minoritas merasa aman, bahkan di lingkungan mayoritas beda keyakinan. Intinya, toleransi jangan cuma di spanduk 17-an atau caption IG, tapi diwujudkan di aturan dan cara aparat bertindak.

“Kerukunan itu bukan saling batasi, tapi saling jaga,” katanya.

Dia juga nyenggol FKUB biar nggak jadi stempel mayoritas, tapi tempat ngobrol jujur dan setara.

Terakhir, Bang Willy kasih PR ke aparat hukum: jangan ragu nindak yang intimidasi atau bubarin ibadah. “Hukum tebang pilih itu bikin intoleransi subur. Negara harus hadir dengan adil. DPR bakal kawal serius,” tutupnya.

Intinya: Bang Willy ngajak kita semua stop main “polisi iman”. Negara hukum itu bukan kasih lisensi mayoritas buat ngatur ibadah orang lain.