ManusiaSenayan.id – Kalau kamu semalam coba buka website DPR dan malah disambut “This site can’t be reached”, jangan buru-buru nyalahin koneksi Indihome. Ternyata, menurut Sekjen DPR Indra Iskandar, situs itu emang sering dimatiin… karena kebanyakan diserang hacker!
“Jadi sering sekali, sangat sering, ratusan kali, bahkan ribuan kali, website DPR itu selalu ada upaya penyerangan-penyerangan,” ujar Indra di hadapan Komisi III DPR RI. Gokil, DPR gak cuma diserbu demo—tapi juga diserbu DDoS.
Katanya, tiap kali grafik serangan “naik level”, mereka harus ambil langkah ekstrem: matiin server. Biar gak kebobolan dan sistem internal DPR gak ikut-ikutan ngaco. Ya ibaratnya daripada kebakaran rumah, mending sekalian dimatiin lampunya dulu.
Tenang, mereka gak sendiri kok. BSSN dan Bareskrim Polri juga ikut jaga-jaga di belakang layar. Jadi ini bukan cuma urusan tukang coding freelance. Tapi walau udah ada penjagaan full team, tetep aja ya… tiap bentar down.
Semalam situs DPR sempat tewas sementara. Netizen mikir: “Wah, DPR update UU diam-diam nih!” Tapi kata Pak Indra, bukan… “Memang sistem ini sering kali ada hal yang tidak bisa kita duga terjadi shutdown dan itu menjadi tanggung jawab kami. Sehingga tadi malam saya langsung menjawab pimpinan Komisi III itu terjadi karena faktor teknis.” Ya… “biasa”, kayak mati lampu pas buka kulkas.
Yang jelas, website DPR makin mirip cinta toxic—nggak bisa diandalkan dan sering hilang tanpa kabar. Tapi ya gimana, namanya juga sistem negara, yang penting bukan cuma online, tapi juga transparan.
So next time situs DPR ngilang, kamu tahu: bukan karena error, tapi… lagi ngumpet dari hacker. Atau ya, dari kita semua.
Kalau DPR butuh solusi biar gak down lagi, mungkin bisa buka lowongan admin dengan skill jurit malam.
