ManusiaSenayan.id — Ada kabar seru dari timur Indonesia nih! Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty, baru aja “turun gunung”—eh, maksudnya turun ke lapangan—buat ngecek lokasi rencana Pelabuhan Penyeberangan Pulau Tam di Kota Tual. Bareng Wakil Wali Kota Tual dan tim Dinas Perhubungan, Saadiah serius banget memastikan proyek ini nggak cuma jadi bahan rapat, tapi beneran jadi kenyataan.
Katanya, pelabuhan ini bakal jadi jantung baru konektivitas antar pulau di Maluku.
“Karakteristik geografis Maluku yang didominasi oleh laut menuntut kita untuk memiliki jaringan transportasi laut yang terintegrasi dan memadai. Pelabuhan Ferry di Pulau Tam ini bukan sekadar dermaga, melainkan urat nadi yang akan membuka isolasi, mempermudah mobilitas masyarakat, serta menekan biaya logistik,” ujar Saadiah.
Kalau kata anak muda, ini tuh bukan cuma soal “kapal lewat, kapal sandar”, tapi soal upgrade level kehidupan masyarakat pesisir.
Saadiah bilang, konektivitas yang lancar bisa bikin ekonomi lokal ngebut tanpa buffering.
“Dengan konektivitas yang lancar, pintu masuk untuk berkembangnya perekonomian lokal akan terbuka lebar. Produk-produk unggulan masyarakat pulau bisa didistribusikan ke pasar utama dengan lebih efisien,” jelasnya.
Nggak cuma itu, akses ke sekolah dan rumah sakit juga bakal makin gampang. Jadi, nggak perlu lagi nunggu kapal seminggu sekali cuma buat kontrol kesehatan.
Saadiah juga janji bakal ngawal proyek ini sampai ke pusat biar anggarannya cair dan tepat sasaran.
“Kita berharap Pelabuhan Ferry Pulau Tam ini dapat menjadi simbol kemajuan dan pemerataan pembangunan bagi masyarakat kepulauan,” tutupnya.
Warga Pulau Tam pun dukung penuh. Buat mereka, pelabuhan ini bukan cuma soal kapal nyandar, tapi juga tanda kalau hidup di pulau udah nggak lagi “mode offline.”
