ManusiaSenayan.id Tarakan tuh udah siap banget jadi bandara internasional, tapi… katanya maskapainya belum siap move on. Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, bilang masalahnya bukan di harga tiket yang mahal, tapi di keberanian maskapai buat buka rute baru dari Bandara Juwata Tarakan.

“Kalau menurut saya, isu utamanya bukan soal mahalnya harga tiket internasional, tetapi bagaimana maskapai mau dulu membuka rute penerbangan internasional. Itu yang susah,” tegas Mori.

Jadi bukan warga Tarakan yang nggak mau beli tiket, tapi maskapainya aja yang masih galau. Mori bilang, masyarakat Tarakan tuh udah siap kok bayar tiket sedikit lebih mahal di awal, asal pesawatnya beneran terbang, bukan cuma wacana.

“Kalau penerbangan internasional dibuka, saya yakin masyarakat Tarakan bersedia membayar tiket yang agak lebih mahal. Namanya penerbangan perintis, pasti awalnya mahal, tapi nanti akan mencapai titik keekonomian dan harganya bisa menyesuaikan,” jelasnya.

Masalah tambah rumit karena pasca pandemi, banyak pesawat di dunia yang dipensiunkan dini.

“Pasca Covid, di seluruh dunia terjadi pengurangan besar-besaran terhadap operasional pesawat. Karena itu, persoalan maskapai ini bukan hanya nasional, tapi juga internasional,” ujar Mori.

Nah, karena armada berkurang, semua daerah sekarang rebutan perhatian maskapai biar dibukain rute.

“Kita juga sedang bersaing dengan daerah-daerah lain yang ingin membuka rute serupa, dan sebagian di antaranya juga belum berjalan karena masalah maskapai,” tambahnya.

Tapi tenang, Mori janji bakal gaspol dorong pemerintah dan maskapai biar rute Tarakan–Malaysia bisa segera terwujud.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar betul-betul ada maskapai yang mau terbang dari Tarakan ke wilayah Malaysia,” tutupnya.

Tarakan udah siap terbang tinggi — tinggal maskapainya aja, jangan kebanyakan mikir, nanti ketinggalan momentum!