ManusiaSenayan.id Kalau Singapura udah kayak temen sebelah rumah yang sukses duluan, Batam ini temennya yang lagi siap upgrade biar bisa nyusul! Tapi menurut Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, proses naik level Batam ini masih agak lemot. Pas reses ke Batam–Bintan (29/10/2025), Lasarus blak-blakan bilang, potensi Batam gede banget, tapi belum digas maksimal.

“Komisi V melihat kenapa BP Batam ini perkembangannya lamban, sementara Singapura begitu cepat maju. Dari sisi finansial, Indonesia mampu. Tapi dari sisi kemauan politik, saya kira kita yang lemah,” kata Lasarus, dengan nada ‘ayo dong, masa kalah start terus’.

Masalahnya, ternyata ada 15 juta peti kemas (TEUs) yang nggak tertampung di Singapura — tapi Batam baru kebagian 700 ribu. Ibaratnya, tetangga udah kelebihan order, tapi kita malah bengong di teras. Padahal peluang gede banget buat nambah cuan dan gengsi ekonomi nasional.

Lasarus yang politisi PDIP ini juga nyindir halus: Batam bisa jadi pemain utama di jalur pelayaran internasional, asal semangat nasionalisme dan koordinasinya nggak kayak sinyal WiFi — kadang nyambung, kadang ilang.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga nggak mau kalah vibes-nya. Katanya, Batam dan Bintan harus kayak duo hero — kompak dan saling support biar ekonomi barat Indonesia makin gacor.

“Batam dan Bintan harus menjadi pusat pertumbuhan yang memberikan efek domino bagi daerah lain,” ujarnya.

Dari pihak BP Batam, Fary Djemy Francis janji siap gaspol:

“Kita bersama Gubernur Kepri akan menjadikan Batam sebagai role model pertumbuhan ekonomi melalui investasi.”

Jadi intinya, semua pihak udah sepakat: cukup jadi tetangga keren Singapura, sekarang waktunya Batam ikut tampil di panggung ekonomi global.
Ayo Batam, saatnya glow up!