ManusiaSenayan.id – Di antara wajah-wajah senior di Gedung DPR, ada satu sosok yang sering bikin orang nanya, “Ini anggota dewan atau founder startup unicorn baru?” Yup, dia adalah Ade Jona Prasetyo, politisi muda kelahiran Medan yang sekarang resmi nongkrong di Senayan—bukan buat foto-foto estetik, tapi duduk di Komisi XII DPR RI, ngurusin isu-isu kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan.
Lahir 27 Juli 1992 di Medan, Ade Jona adalah representasi generasi baru politisi yang datang dari dunia usaha. Bukan dari keluarga politikus, bukan pula dari dinasti partai. Dia justru tumbuh lewat jalur usaha, organisasi, dan kerja lapangan.
Anak Medan yang Ambil Jalur Bisnis Sejak Muda
Sebelum kamera media sibuk ngintai aktivitasnya sebagai pejabat publik, Ade Jona sudah akrab banget dengan dunia bisnis. Waktu teman-teman seusianya masih bingung pilih kerja atau lanjut kuliah, dia sudah ikut mendirikan PT Wirasena Cipta Reswara Grup dan dipercaya jadi Komisaris.
Perjalanannya nggak berhenti di situ. Dia makin naik kelas ketika memimpin PT Sambas Wirasena Sinergi sebagai Direktur Utama, sebuah perusahaan yang ia rintis bareng rekan-rekan dekatnya. Dari situ, portofolionya makin tebal. Ia pernah memegang posisi sebagai Komisaris PT Sangga Lima Saudara dan juga Komisaris Utama PT Agung Sejahtera Utama.
Bidang yang ia geluti pun macam-macam—dari perdagangan, jasa, sampai investasi. Vibes-nya jelas: ini tipe anak usaha yang benar-benar mulai dari bawah, bukan yang modal nama belakang atau privilege keluarga.
Loncat ke Organisasi: HIPMI, Politik, Sampai Kursi DPR
Karier Ade Jona mulai benar-benar disorot publik ketika ia masuk ke jalur organisasi pengusaha. Tahun 2021, ia terpilih sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Sumatera Utara untuk periode 2021–2024. Status Ketua HIPMI ini bukan cuma titel, tapi tiket besar yang membuka jalan ke relasi baru, ruang diskusi ekonomi, dan kesempatan mendorong banyak program untuk anak-anak muda pengusaha di Sumut.
Dari HIPMI, jalurnya ke politik makin kelihatan terang. Saat Pemilu 2024, dia dipercaya jadi Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo–Gibran Sumut. Namanya sering terlihat di panggung kampanye, di balik layar rapat strategi, sampai kegiatan konsolidasi akar rumput.
Setelah pemilu, perjalanannya makin kencang. Ia bukan hanya terpilih sebagai anggota DPR RI dari Dapil Sumut I dengan perolehan suara besar, tapi juga naik menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara untuk periode 2024–2029. Posisi ini menegaskan bahwa ia kini termasuk tokoh muda strategis dalam struktur partai.
Di Senayan: Fokus pada Isu Sosial & Kesejahteraan Publik
Begitu masuk DPR, Ade Jona langsung ditempatkan di Komisi XII, komisi yang sehari-harinya bergelut dengan isu-isu yang sangat dekat dengan masyarakat: kesehatan, tenaga kerja, BPJS, dan penguatan keluarga.
Di berbagai kegiatan, ia terjun langsung menggelar sosialisasi dengan fokus pada isu pemberantasan narkoba di lingkungan masyarakat. Ia juga beberapa kali menyoroti kerja keras dan keselamatan petugas KPPS yang jadi ujung tombak proses pemilu.
Di luar tugas formal, ia aktif banget dalam kegiatan sosial seperti pembagian bantuan untuk masyarakat prasejahtera, acara keagamaan, hingga kegiatan bersama penyandang disabilitas. Dari aktivitas-aktivitas ini terlihat jelas bahwa ia sedang membangun citra politisi muda yang dekat dengan masalah sosial, bukan sekadar muncul di baliho atau pidato formal.
Politisi yang Juga S3: Otak Dagang, Pikiran Hukum
Meski aktivitasnya padat di dunia usaha dan politik, Ade Jona tetap serius merawat jalur akademiknya. Ia memegang tiga gelar sekaligus: S.H., M.H., dan M.M. Bukan cuma itu, ia juga sedang menempuh Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Sumatera Utara (USU).
Dalam beberapa tulisan dan wawancara, ia kerap menyinggung isu-isu hukum modern seperti:
• kepastian hukum di era deregulasi,
• regulasi inklusif bagi investor tanpa mengorbankan masyarakat,
• sinergi kebijakan pro-ekonomi dan keadilan sosial.
Dari sini makin kelihatan bahwa jalur akademiknya bukan formalitas, tapi bagian dari kerangka berpikir politiknya.
Fun Facts
Ade Jona lahir tahun 1992, jadi otomatis termasuk salah satu anggota termuda di DPR periode ini. Dengan kesibukan sebagai politisi dan pengusaha, ia masih sempat ngejar gelar S3—yang bikin image-nya semakin lengkap sebagai politisi akademis. Kariernya juga unik karena tumbuh lewat jalur organisasi: HIPMI, lalu dipercaya memimpin TKD Prabowo–Gibran, kemudian duduk di DPR, dan akhirnya menjabat sebagai Ketua Gerindra Sumut. Upgrade levelnya kelihatan banget dari tahun ke tahun.
Politisi Muda yang Jalurnya Beda
Di tengah dunia politik Indonesia yang masih didominasi tokoh-tokoh senior, kehadiran Ade Jona Prasetyo memberi warna baru. Ia mewakili generasi muda dengan gaya kerja yang lebih entrepreneurial, gesit, dan dekat dengan isu sosial.
Dari seorang anak usaha Medan, naik jadi pengurus HIPMI, kemudian melesat menjadi salah satu tokoh penting Gerindra, sampai akhirnya menjadi wajah baru di Senayan—perjalanannya menunjukkan bahwa jalur menuju dunia politik itu nggak harus sama untuk semua orang. Ada yang lahir dari aktivisme, ada yang dari birokrasi, dan ada juga yang datang dari ruang meeting bisnis dan pitch deck startup.
Ade Jona ada di kategori yang terakhir—dan sekarang, spotlight-nya lagi terang-terangnya.
