ManusiaSenayan.id – Di tengah politik nasional yang sering berubah cepat, Elviana memilih jalur yang relatif stabil. Ia bukan tipe politisi yang muncul karena momentum sesaat. Kariernya dibangun pelan, panjang, dan konsisten—berangkat dari dunia akademik, lalu bertahan di parlemen lebih dari dua dekade. Bagi Jambi, Elviana adalah contoh representasi daerah yang bekerja dalam senyap, tapi berdampak.
Profil Singkat Elviana
Elviana bernama lengkap Dr. Hj. Elviana, M.Si. Ia dikenal sebagai akademisi yang kemudian aktif di dunia politik nasional. Sejak 2004, namanya tercatat dalam sejarah parlemen Indonesia, baik melalui DPR RI maupun DPD RI.
Ia mewakili Provinsi Jambi di DPD RI dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029 dengan perolehan suara 291.334 suara, meningkat signifikan dibanding Pemilu 2019 yang mencapai 198.893 suara. Kenaikan ini menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan publik terhadapnya tetap terjaga.
Akar Akademik yang Membentuk Cara Kerja
Sebelum dikenal sebagai legislator, Elviana lebih dulu mengabdikan diri di dunia pendidikan. Ia tercatat pernah menjadi dosen di Universitas Jambi dan STIE Jambi. Latar akademik ini membentuk gaya kerjanya yang cenderung sistematis, berbasis data, dan tidak reaktif.
Pendidikan formalnya juga panjang dan konsisten. Ia menyelesaikan Sarjana Biologi di IKIP/Universitas Negeri Padang, melanjutkan Magister Biologi di Institut Pertanian Bogor, dan meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan Islam dari UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dengan predikat cum laude. Bagi Elviana, pendidikan bukan sekadar latar belakang, tapi fondasi berpikir dalam merumuskan kebijakan.
Lintasan Politik yang Panjang dan Stabil
Elviana memulai karier politik nasional sebagai Anggota DPR RI periode 2004–2009. Ia kemudian kembali ke DPR RI pada periode 2014–2019. Di sela itu, ia juga dipercaya sebagai Anggota DPD RI periode 2009–2014.
Setelah jeda satu periode, ia kembali ke DPD RI pada 2019–2024 dan terpilih lagi untuk 2024–2029. Jika dihitung total, Elviana telah mengabdi selama lima periode di Senayan, sebuah catatan yang menunjukkan daya tahan politik sekaligus konsistensi kerja.
Fokus di Kebijakan Fiskal dan Kepentingan Daerah
Di DPD RI, Elviana dikenal aktif dalam kerja-kerja Komite IV, komite yang membidangi APBN, keuangan negara, perbankan, dan hubungan fiskal pusat–daerah. Di ruang inilah suara daerah diuji—apakah benar-benar didengar dalam penyusunan kebijakan nasional.
Melalui rapat kerja bersama Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Bank Indonesia, Komite IV mengawal pelaksanaan APBN 2024 serta pembahasan RAPBN 2025. Elviana berada di barisan senator yang mendorong agar transfer ke daerah, dana pembangunan, dan kebijakan fiskal nasional tidak hanya berpihak pada pusat, tetapi juga menjawab kebutuhan daerah seperti Jambi.
Peran ini memang tidak selalu terlihat di ruang publik, namun dampaknya bersifat jangka panjang karena menyangkut arah penggunaan anggaran negara.
Pendidikan Tetap Menjadi Napas Perjuangan
Meski fokus utamanya di fiskal, Elviana tidak pernah meninggalkan isu pendidikan. Salah satu kontribusi yang sering disorot adalah pengawalan Program Indonesia Pintar (PIP) di Provinsi Jambi.
Dalam beberapa periode penyaluran, ia tercatat memfasilitasi dan mengawal akses PIP bagi sekitar 26 ribu siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK di berbagai kabupaten dan kota di Jambi. Program ini mencakup bantuan pendidikan dengan nilai total puluhan miliar rupiah, yang ditujukan untuk menjaga anak-anak tetap bersekolah.
Perlu dicatat, dalam sistem PIP, penetapan penerima dilakukan oleh kementerian terkait melalui basis data nasional. Peran Elviana berada pada jalur pengawalan kebijakan, fasilitasi komunikasi, dan memastikan akses daerah terhadap program nasional.
Antara Senyap dan Konsisten
Elviana bukan politisi yang identik dengan sensasi. Ia jarang tampil dengan pernyataan kontroversial, namun konsisten hadir dalam proses. Dari reses di daerah, rapat kerja di Senayan, hingga pembahasan kebijakan anggaran, pola kerjanya relatif sama: stabil dan berkelanjutan.
Bagi generasi muda, sosok Elviana memberi gambaran bahwa politik tidak selalu soal popularitas instan. Ada jalur lain yang lebih sunyi, tetapi menentukan—jalur mengawal kebijakan dari dalam sistem.
Sebagai akademisi yang memilih bertahan di politik, Elviana menunjukkan bahwa pengetahuan dan pengalaman bisa menjadi modal utama dalam mengawal kebijakan negara. Dari ruang kelas ke ruang sidang, dari teori ke praktik, ia menempatkan konsistensi sebagai identitas.
Di Senayan, Elviana bukan sekadar hadir sebagai wakil daerah, tetapi sebagai akademisi yang terus menjaga arah kebijakan agar tetap berpihak pada kepentingan publik dan daerah.
