Manusiasenayan.id – Sidang mega-kasus tata kelola minyak mentah Pertamina lagi-lagi panas, dan kali ini spotlight-nya jatuh ke Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mantan Komisaris Utama Pertamina (2019–2024) itu blak-blakan bilang: nggak kenal, nggak pernah dengar, dan nggak ada laporan soal buron Riza Chalid.
Di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026), Ahok dicecar soal dugaan intervensi sewa terminal BBM Merak. Pertanyaannya datang langsung dari Muhammad Kerry Adrianto Riza, anak Riza Chalid.
“Pernah ada laporan Riza Chalid maksa sewa terminal BBM?”
Jawaban Ahok simpel dan to the point:
“Tidak pernah, kenal juga nggak.”
Lebih savage lagi, saat ditanya soal PT Orbit Terminal Merak (OTM), Ahok bilang:
“Saya juga baru dengar OTM itu dari media.”
Alias: bukan cuma nggak kenal orangnya, perusahaannya pun baru tahu pas rame di berita.
“Sekuat Apa Sih Sampai Bisa Intervensi?”
Usai sidang, Ahok makin nyeletuk. Katanya, isu intervensi itu selama ini cuma rame di omongan media. Di internal, menurut dia, pengawasan Pertamina ketat banget.
“Nggak pernah. Saya juga heran, sekuat apa sih beliau sampai intervensi? Kita kan jaganya ketat,” kata Ahok.
Kalimat ini langsung jadi quote material:
– meragukan narasi “orang kuat di balik layar”
– sekaligus nyentil mitos soal invisible hand di BUMN migas
Kerugian Negara: Rp 285 Triliun, Bro
Yang bikin kasus ini bukan kaleng-kaleng:
Dalam surat dakwaan jaksa, perkara ini disebut bikin kerugian negara tembus Rp 285 triliun.
Isunya dua besar:
- Impor produk kilang / BBM
- Penjualan solar nonsubsidi
Dan daftar terdakwanya panjang banget, levelnya bukan figuran:
- Eks Dirut Pertamina Patra Niaga
- Eks direktur Kilang Pertamina
- Eks petinggi shipping
- Komisaris dan beneficial owner perusahaan-perusahaan terkait
Intinya: ini bukan drama receh, tapi sinetron kelas prime time + angka kerugian triple digit triliun.
