Manusiasenayan.id – Pagi santai di Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, mendadak berubah jadi panggung solidaritas. Sekelompok warga menggelar aksi Free Palestine sambil menyuarakan dukungan untuk Palestina dan mendoakan tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon.
Sejak pukul 07.30 WIB, massa sudah memadati area dengan membawa spanduk putih bertuliskan pesan tegas. Tulisan tinta hitam dan merah itu nggak cuma sekadar simbol, tapi jadi bentuk nyata suara publik yang makin lantang. Mereka juga mengibarkan bendera Indonesia, Palestina, dan Iran, bikin suasana CFD terasa beda dari biasanya.
Aksi ini langsung menarik perhatian warga yang lagi jogging atau sekadar jalan santai. Banyak yang akhirnya mendekat, ikut mengabadikan momen pakai ponsel, bahkan ada yang ikut berpartisipasi dengan membubuhkan tanda tangan di spanduk. Nggak sedikit juga yang meletakkan bunga mawar di dekat foto tiga prajurit TNI sebagai bentuk penghormatan.
Beberapa pesan di spanduk pun cukup “nendang”. Salah satunya bertuliskan, “Stop genocide in Palestine. Zionisme = kolonialisme = imperialisme = penjajahan. Harus dilawan, Pak Presiden!” Ada juga yang secara tegas menyuarakan sikap terhadap insiden yang menimpa prajurit TNI, “Israel bunuh prajurit TNI, saatnya Indonesia tegas.”
Koordinator aksi, Ali Assegaf, menjelaskan kalau gerakan ini diinisiasi oleh Free Palestine Network (FPN) dan digelar serentak di berbagai daerah. Menurutnya, aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, tapi bentuk panggilan nurani.
“Kita menyuarakan nurani. Mau agama atau ras apapun, nurani manusia itu sama. Ketika ada ketidakadilan, pasti ada dorongan untuk melawan,” ujarnya.
Ali juga menyoroti kondisi prajurit TNI yang bertugas di bawah misi UNIFIL, yang tidak dibekali kewenangan tempur, tapi justru menjadi korban. Hal itu, menurutnya, jadi alasan kuat kenapa publik harus lebih peduli.
Lebih dari sekadar aksi, kegiatan ini juga jadi momen refleksi. Massa ingin mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia sendiri lahir dari pengorbanan besar. Karena itu, mereka merasa penting untuk terus menyuarakan solidaritas dan kemanusiaan.
Di tengah hiruk-pikuk CFD, aksi ini sukses menghidupkan satu hal yang sering terlupakan: rasa empati. Dan pagi itu, Bundaran HI bukan cuma jadi tempat olahraga, tapi juga ruang untuk menyuarakan kemanusiaan.
