Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin parlemen, bayangan banyak orang biasanya serius, formal, dan penuh istilah ribet. Tapi cerita Andina Thresia Narang agak beda. Ia adalah Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem yang mewakili Kalimantan Tengah, dan jadi salah satu legislator perempuan yang datang ke Senayan lewat proses panjang, bukan jalur instan.

Lahir di Banjarmasin, 13 September 1986, Andina punya latar yang cukup kosmopolitan. Sekolahnya di ST. Bellarminus dan ST. Theresia, lalu lanjut kuliah ke Australia. Ia ngambil Diploma of Business di RMIT University dan lanjut Bachelor of Commerce (B.Comm.) di Deakin University. Jadi sebelum ngomongin politik, urusan bisnis dan manajemen sudah lebih dulu jadi “makanan sehari-hari”.

Masuk dunia kerja, Andina sempat ngerasain ritme korporasi dari dekat. Ia pernah di Bank Danamon sebagai Management Associate Retail Banking, sebelum akhirnya dipercaya jadi Direktur Utama PT Bersama Satmaka Cipta sejak 2009. Pengalaman ini bikin cara pandangnya soal kebijakan nggak melayang-layang—karena ia tahu persis gimana rasanya ngurus target, tim, dan keputusan yang berdampak langsung ke orang banyak.

Urusan organisasi, Andina juga bukan pemain baru. Dari zaman OSIS, lanjut aktif di komunitas mahasiswa Indonesia di Australia lewat PPIA Melbourne dan PPIA Deakin University. Sekembali ke Indonesia, perannya makin kelihatan saat ia dipercaya jadi Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Kalimantan Tengah selama dua periode. Dari sini, isu perempuan di politik dan kepemimpinan yang inklusif jadi benang merah perjuangannya.

Di DPR RI, Andina nggak cuma duduk manis. Ia terlibat di Komisi I, Badan Kerja Sama Antar Parlemen, dan berbagai Panitia Khusus. Peran-peran ini bikin ia bersentuhan langsung dengan isu strategis nasional, sambil tetap bawa kepentingan daerah. Buat Andina, tugas utama wakil rakyat itu satu: memastikan suara Kalimantan Tengah nggak tenggelam di tengah hiruk-pikuk politik pusat.

Kerja konsisten itu juga dapet pengakuan. Andina menerima sejumlah penghargaan, mulai dari Best Women Legislator sampai Legislator Berdedikasi versi media dan DPR RI. Tapi buatnya, penghargaan bukan buat dipajang—lebih ke pengingat bahwa politik itu soal kerja panjang, bukan sekadar panggung.

Di tengah politik yang sering bikin anak muda ogah ngelirik, sosok Andina Narang nunjukin satu hal: parlemen nggak selalu jauh dari realitas. Ada politisi perempuan yang datang dengan pengalaman, kerja nyata, dan niat buat tetap relevan. Senayan boleh ribut, tapi cerita Andina nunjukin kalau politik masih bisa dibawa ke meja obrolan—tanpa harus kehilangan substansi.