ManusiaSenayan.idKementerian ESDM akhirnya punya satuan baru yang siap nyikat yang bandel-bandel: Direktorat Jenderal Penegakan Hukum alias Ditjen Gakkum. Yup, bukan Gakkum di jalan raya, tapi Gakkum yang siap nguber penambang nakal dan perusahaan yang cuma ngantongin izin tapi gak ngapa-ngapain. Keren gak tuh?

Di pelantikan Rabu (25/6), Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM yang juga punya gaya kayak pemain bola senior, resmi ngasih panggung ke dua jagoan baru: Rilke Jeffri Huwaemantan jaksa yang udah keliling dari Fak-Fak sampe Ternate, dan Kombes Ma’mun, eks polisi Mabes Polri yang dulu pernah ngurusin robot trading dan investasi bodong. Dua nama ini kayak duet maut: satu dari kejaksaan, satu dari kepolisian. Komplit buat adu jurus penegakan hukum!

Gak tanggung-tanggung, tugasnya langsung berat: bersihin IUP alias izin usaha pertambangan yang cuma jadi formalitas doang. Banyak perusahaan yang pegang izin tapi malah nambang mimpi, bukan batu bara.

Kata Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, para pejabat baru ini dikasih misi buat evaluasi: siapa yang serius nambang, siapa yang cuma numpang nama, dan siapa yang harus dibabat izinnya. Bahasa kerennya sih compliance check, tapi versi rakyatnya: “Yang nakal siap-siap ditendang!”

Tapi ya, netizen skeptis juga. “Wah, jangan-jangan gakkumnya cuma gakkum-gakkuman,” kata akun @netizen_pejuang_realita di medsos. Tapi siapa tahu, dengan duet eks-jaksa dan eks-polisi ini, pertambangan Indonesia bisa beneran ditambang, bukan ditambangin.

Nah, sekarang tinggal kita pantau, apakah Dirjen Gakkum ini beneran jadi superhero atau malah cameo. Yang pasti, buat kalian yang ngaku-ngaku nambang tapi izinnya cuma dipajangwaspadalah, Pak Gakkum sudah turun gunung!