ManusiaSenayan.id – Guys, kabar ini bukan plot twist drama series, tapi kejadian beneran: empat WNI dilaporkan diculik bajak laut di perairan Gabon, Afrika Tengah. Kejadiannya terkait pembajakan kapal penangkap ikan, dan jelas ini bukan momen yang bisa ditanggapi pakai “nanti kita lihat dulu ya”—karena ini nyawa orang.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal, minta pemerintah (khususnya Kementerian Luar Negeri/Kemlu) buat gerak cepat. Logikanya simpel: kalau urusan keselamatan warga, jangan sampai negara kebanyakan “loading…” kayak sinyal di basement.
Syamsu bilang, “Keselamatan empat WNI harus menjadi prioritas utama. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, harus bergerak cepat dan tidak boleh lamban menghadapi situasi seperti ini.”
Dia juga menekankan Kemlu perlu cepat koordinasi dengan pihak terkait, baik di dalam negeri maupun dengan otoritas setempat dan mitra internasional, biar langkah penyelamatannya jelas dan efektif—bukan cuma rapat yang hasilnya “akan kami tindak lanjuti.”
Syamsu juga mengingatkan Indonesia punya pengalaman menangani kasus serupa. Contohnya penyelamatan WNI dan kapal kargo MV Sinar Kudus yang dibajak perompak di Somalia tahun 2011. Dari situ, katanya pengalaman TNI bisa jadi modal kalau memang perlu langkah khusus.
Ia menyebut, “TNI memiliki pengalaman berharga dalam operasi penyelamatan WNI di luar negeri, seperti pada kasus MV Sinar Kudus. Pengalaman tersebut harus menjadi modal penting jika diperlukan langkah-langkah khusus.”
Sebelumnya, media lokal Gabon 24 melaporkan 9 awak kapal diculik dari total 12 awak, dan 4 di antaranya WNI. Kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil di laut tenggara Equata. Dalam pernyataan resmi, disebut pelaku tiga orang bersenjata. Kemlu mengonfirmasi pembajakan terjadi 11 Januari.
Sekarang tinggal satu harapan: semoga semua pihak benar-benar gercep dan para WNI bisa pulang dengan selamat. Karena kalau soal keselamatan warga negara, kita butuh aksi nyata—bukan sekadar kalimat rapi.
