ManusiaSenayan.id — Guys, lagi rame demo di mana-mana, Presiden Prabowo turun tangan lewat pidato yang isinya ngajak dialog. Nah, Eddy Soeparno, pimpinan MPR dari Fraksi PAN, langsung kasih respon positif.

Menurut Eddy, ajakan Prabowo itu bukti kalau demokrasi kita masih disayang. “Sebagai partai yang lahir dari rahim reformasi, komitmen visi dan ide PAN sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo untuk menjaga dan merawat ruang dialog dalam demokrasi,” ungkapnya.

Nggak cuma itu, Eddy yang juga doktor Ilmu Politik UI ini ngajak semua pihak buat nggak bikin demokrasi jadi ajang keributan. “Ruang penyampaian pendapat selalu terbuka, ruang dialog juga didorong oleh Presiden Prabowo untuk dilaksanakan bersama kementerian dan lembaga terkait. Penyampaian aspirasi juga diberikan kesempatan dalam berbagai forum,” katanya.

Lanjut dia, “Sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo, saya mengajak ayo jaga demokrasi kita dari segala bentuk anarki dan perusakan fasilitas umum. Aksi damai, dialog, dan juga kolaborasi bisa lebih memberikan dampak yang baik untuk masyarakat yang diperjuangkan.”

Demokrasi tuh ibarat nongkrong di kafe — kalau semua orang pengin curhat tapi ada yang banting meja, suasana pasti bubar jalan. Nah, Eddy nggak mau itu kejadian di Indonesia.

Makanya, dia rajin banget keliling kampus lewat MPR Goes to Campus. “Selama rangkaian kuliah terbuka saya ke lebih dari 30 universitas, ruang dialog selalu saya buka dengan para akademisi, mahasiswa, dan guru besar. Banyak gagasan dan juga kritik yang disampaikan agar Indonesia ke depan lebih baik,” tutup Eddy.

Intinya: kritik boleh, demo sah-sah aja, tapi jangan berubah jadi “keributan ala sinetron prime time”. Demokrasi tetap jalan, tapi ya harus elegan, Bro!