ManusiaSenayan.id Di tengah wajah politik Indonesia yang sering penuh basa-basi, Hasbiallah Ilyas hadir sebagai sosok yang beda. Gaya bicaranya to the point, opininya sering “nabrak”, dan pernyataannya nggak jarang bikin publik auto mikir. Inilah Bang Haji Hasbi, politisi PKB yang dikenal karena keberaniannya ngomong apa adanya—entah disukai atau dikritik.

Dari Gang Jakarta ke Gedung Parlemen

Lahir di Pulomas, Jakarta Timur, 8 Maret 1974, Hasbiallah Ilyas tumbuh dari lingkungan Betawi yang kental dengan nilai agama dan budaya lokal. Background ini yang kemudian membentuk karakternya: lugas, terbuka, dan merasa nggak perlu “dibikin halus” saat ngomong di ruang publik.

Jauh sebelum duduk di DPR RI periode 2024–2029, Hasbi sudah lebih dulu nyicip dunia legislatif sebagai anggota DPRD DKI Jakarta (2009–2014 dan 2019–2024). Jalur kariernya terbilang konsisten—pelan tapi naik, tanpa lompat-lompat instan.

Santri, Aktivis, Sekaligus Politisi

Meski dikenal vokal di panggung politik, Hasbiallah Ilyas bukan cuma soal parlemen. Ia punya latar belakang pendidikan agama yang kuat. Pernah menempuh studi di Damaskus, Suriah, atas rekomendasi Nahdlatul Ulama (NU), lalu melanjutkan magister di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.

Semasa muda, ia juga aktif sebagai Ketua Pelajar Indonesia di Damaskus. Kombinasi pengalaman luar negeri, pendidikan agama, dan aktivisme inilah yang bikin cara pandangnya sering beda—terutama pas bahas hukum, moral, dan keadilan.

Blak-Blakan yang Jadi Ciri Khas

Nama Hasbiallah Ilyas makin sering muncul di media bukan cuma karena jabatannya, tapi karena pernyataannya yang tanpa rem. Salah satu yang paling rame dibahas publik adalah saat ia mengkritik operasi tangkap tangan (OTT) KPK, yang menurutnya perlu dievaluasi. Statement ini langsung memicu pro dan kontra.

Bagi pendukungnya, Hasbi adalah contoh politisi yang berani beda pendapat. Tapi bagi pengkritiknya, gaya bicara seperti ini dinilai rawan bikin salah tafsir. Namun satu hal yang pasti: Hasbiallah Ilyas hampir nggak pernah “main aman”.

Di Komisi Hukum, Bukan Penonton

Di DPR RI, Hasbi duduk di Komisi III, yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan. Posisi ini jelas strategis—dan cocok dengan karakter vokalnya. Ia kerap menyuarakan pandangan soal aparat penegak hukum, korupsi, hingga keadilan sosial, meski tahu risikonya: disorot, dikritik, bahkan jadi bahan debat opini publik.

Di Luar Gedung DPR

Di luar politik, Hasbiallah Ilyas tetap aktif sebagai pendakwah dan pengajar agama, terutama di lingkungan pesantren yang dikelola keluarganya. Ia juga menginisiasi kegiatan sosial melalui Hasbiallah Ilyas Center (HIC) sejak 2009—jadi bukti kalau aktivitasnya nggak berhenti di ruang rapat parlemen aja.

Antara Kontroversi dan Konsistensi

Hasbiallah Ilyas adalah tipe politisi yang sulit diabaikan. Ia bukan figur “aman”, bukan pula politisi pencitraan senyap. Ia memilih jalur politik blak-blakan, dengan segala risiko yang ikut paket.

Di era politik yang sering terasa kaku dan penuh skrip, gaya Bang Haji Hasbi mungkin terasa “kasar” buat sebagian orang. Tapi buat yang lain, justru di situlah letak kejujurannya.