ManusiaSenayan.id – Hillary Brigitta Lasut — biasa disapa Hillary — bukan cuma wajah di kursi resmi DPR; di balik rapat panjang & agenda politis, banyak momen yang menunjukkan sisi manusiawinya. Yuk intip perjalanan dan dualitas hariannya: serius di Senayan tapi juga santai saat waktu jeda.

Siapa Hillary?

Lahir 22 Mei 1996, di Manado, Sulawesi Utara.

Pendidikan: Hukum S1 di Universitas Pelita Harapan (UPH), lanjut S2 di Washington School of Law, dan selesai doktor di UPH pada 2023 di bidang hukum.

Terpilih sebagai anggota DPR RI mewakili Sulawesi Utara di Pemilu 2019 saat usianya masih 22 tahun.

Awalnya dari Partai NasDem, lalu di 2023 pindah ke Partai Demokrat.

Rapat Panjang & Dampak Serius

Sebagai anggota DPR, Hillary tergabung di Komisi I, yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen.
Rapat di Komisi I sering melibatkan agenda yang berat: pengawasan pertahanan, laporan diplomatik, kebijakan komunikasi, dan lain-lain. Hillary juga aktif mengawal isu-isu hukum, HAM, keamanan.
Contoh: dia pernah membuat permohonan pengamanan dari TNI lewat surat kepada KSAD karena merasa ada isu strategis & risiko keamanan saat memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Saat Santai: IU & Interaksi Sosial

Meski selalu sibuk, Hillary juga tak segan menunjukkan sisi santai & “light”-nya.

Di media sosial, dia membagikan momen nonton bareng film bersama komunitas / sahabat. Itu bukan hanya hiburan, tapi cara dia berinteraksi dengan publik & menyambung koneksi sosial.

Ada juga unggahan “Today with Ibu Dr. Hillary …” (reel Instagram) yang memperlihatkan kegiatan sehari-harinya yang lebih santai — bukan hanya formalitas politik.

Gaya berpakaian di acara non-resmi pun sering lebih casual dibanding setelan resmi di Senayan; momen potret bersama sahabat atau di luar tugas DPR menunjukkan bahwa dia masih muda dan menikmati kehidupan selain rapat dan debat.

Di Antara Dua Dunia

Apa yang menarik dari Hillary adalah kemampuannya “switch mode”: dari rapat panjang di ruang sidang, mendengarkan laporan, berargumen soal kebijakan, ke momen di mana telepon dimatikan sejenak, camilan & tawa bersama rekan, atau menikmati film. Dia menunjukkan bahwa politik bukan cuma soal serius; juga soal manusia, kebutuhan untuk istirahat & recharge.

Untuk publik muda, Hillary Brigitta Lasut bisa jadi contoh bahwa jadi anggota DPR itu bukan cuma identitas & tugas berat — tapi juga kewajiban menjaga keseimbangan. Supaya ide tetap segar, semangat tetap ada, dan kerja tetap beretika.