ManusiaSenayan.id – Kalau biasanya anak muda ditanya “cita-citanya mau jadi apa?”, banyak yang jawabnya: content creator, startup founder, atau “yang penting healing dulu.” Tapi di Tegal, ada plot twist yang bikin timeline auto kagum: Muji, anak muda yang malah memilih jadi peternak kambing modern, rapi, dan berkelas.
Saat masa reses, Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mampir ke Muji Jaya Farm di Dukuhwaru, Tegal. Di sana, Muji mengelola sekitar 2.000 ekor kambing di lahan kurang lebih 1.700 meter persegi. Jumlah ini tak hanya besar, tapi juga produktif untuk menopang kebutuhan sate khas Tegal yang sudah terkenal luas.
Fikri menilai pilihan Muji terjun ke sektor peternakan sebagai strategi cerdas di era disrupsi. Menurutnya, sektor pertanian, peternakan, dan kuliner merupakan bidang yang tidak tergantikan oleh teknologi.
“Saya kira ini pilihan yang sangat tepat karena di era disrupsi seperti sekarang ini, sektor pertanian, peternakan, dan kuliner adalah sesuatu yang tidak bisa digantikan, sehingga usaha ini akan berkelanjutan.”
Yang menarik, Muji menjalankan usahanya secara kolaboratif, mengedepankan ekonomi kerakyatan tanpa persaingan tidak sehat. Pengelolaan dilakukan secara terpadu, mulai dari pakan hingga pemanfaatan limbah kotoran dan urin ternak menjadi produk bernilai guna.
Lebih unik lagi, Muji memiliki latar belakang teknik mesin, bukan pertanian. Namun ia jeli melihat peluang karena permintaan daging kambing di Tegal mencapai 500–1.000 ekor per hari. Ia bahkan belajar ke Jepang dan mengadopsi teknik pakan ala sapi Wagyu demi menghasilkan daging kambing yang lebih empuk dan premium.
Kunjungan ini menegaskan pesan penting: anak muda tidak perlu ragu masuk sektor peternakan. Dengan pendekatan modern dan kreatif, peternakan bisa menjadi usaha berkelanjutan yang nyata dibutuhkan masyarakat, bukan sekadar tren sesaat.
