ManusiaSenayan.id – Lagi rame nih soal pajak, gengs! Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas tolak rencana tax amnesty jilid III. Katanya, kalau program pengampunan pajak ini sering diulang, bisa bikin kredibilitas pemerintah jeblok.
“Kalau amnesty berkali-kali, gimana jadi kredibilitas amnesty? Itu memberikan sinyal ke para pembayar pajak bahwa boleh melanggar, nanti ke depan ada amnesty lagi,” ujar Purbaya.
Nah, dari pihak pengusaha juga buka suara. Wakil Ketua Umum Bidang Otonomi Daerah Kadin, Sarman Simanjorang, menilai tax amnesty selama ini belum efektif bikin wajib pajak lebih taat. “Selama ini kita rasakan bahwa program itu masih belum efektif untuk meningkatkan kepatuhan membayar pajak,” katanya.
Sarman justru dorong strategi lain. Ia bilang sistem digital kayak Coretax udah makin gampang diakses pengusaha. Kalau layanan ramah dan sosialisasi rutin, bisa bikin pelaku usaha lebih rela bayar pajak tanpa harus ditakut-takutin.
Sementara itu, Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam, setuju tax amnesty bisa merusak kredibilitas pajak. “Yang penting bagaimana dibangun environment orang senang bayar pajak karena merasa dihargai dan mendapat kehormatan. Tidak seperti sekarang kita sebagai pesakitan,” ujarnya.
Bob juga ngasih contoh di luar negeri, ada warga yang tiba-tiba dapat pengembalian pajak tanpa repot ngajuin. “Sekarang hampir tidak pernah terjadi di kita hal seperti itu,” imbuhnya.
Jadi, intinya: pemerintah maunya jangan ada tax amnesty lagi, pengusaha maunya sistem pajak lebih humanis. Harapannya, kalau vibes pajak jadi lebih positif, orang Indonesia bisa senyum-senyum bayar pajak tanpa drama.
