ManusiaSenayan.id – Guys, kalau masih ada yang bilang Polri nggak perlu langsung di bawah Presiden dan Kapolri nggak usah disetujui DPR, kata Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, itu malah ngelawan arah reformasi, loh! Dalam tulisannya, dia bilang:
“Pengaturan institusi Polri berada di bawah Presiden dan penunjukan Kapolri dengan persetujuan DPR justru merupakan amanat reformasi.”
Jadi gini, Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 udah jelas banget nyebut kalau Polri tanggung jawabnya di bidang keamanan, dan itu beda banget sama urusan pertahanan. Nggak bisa dicampur kayak es campur yang isinya random, bro.
Terus, Habiburokhman juga bilang penting banget nih peran DPR dalam ngasih “restu” buat Kapolri. Katanya:
“DPR merupakan representasi rakyat yang paling konstitusional. Dengan adanya persetujuan DPR, kontrol terhadap Kapolri agar menjalankan tugasnya dengan baik bisa maksimal.”
Artinya, biar nggak asal tunjuk dan tetep ada check and balance antara Presiden sama DPR—alias antara “bos eksekutif” dan “suara rakyat”.
Nah, soal Presiden Prabowo, Habiburokhman ngingetin lagi: “Sikap Presiden Prabowo sejak dahulu juga selalu konsisten, menginginkan Polri langsung berada di bawah Presiden.”
Jadi jangan gampang termakan gosip politik yang bilang Polri bakal dipindah ke kementerian. Itu cuma hoaks musiman aja.
Emang sih, Polri masih punya PR besar—dari oknum nakal sampai pelanggaran yang bikin citra turun. Tapi, kata Habiburokhman,
“Reformasi Polri dan juga institusi penegak hukum lain memang harus terus dilanjutkan.”
Intinya, reformasi itu bukan slogan jadul, tapi tugas abadi biar hukum di negeri ini makin adil, transparan, dan nggak cuma tajam ke bawah doang.
