ManusiaSenayan.id – Setelah drama banjir usai dan air surut, jangan buru-buru lega, warga Jakarta. Menurut Bang Dai alias Dailami Firdaus, Senator DPD dari Dapil Daerah Khusus Jakarta, yang datang selanjutnya bukan sinar mentari—tapi rombongan penyakit: DBD, diare, leptospirosis, infeksi-infeksi yang suka nebeng di genangan air bekas banjir.
“Pemerintah harus bergerak cepat dan sigap dalam melakukan langkah-langkah pencegahan,” sindir Bang Dai secara halus tapi nyentil. Ia minta Pemprov Jakarta gak boleh leha-leha, karena setelah banjir, biasanya penyakit datang kayak tamu tak diundang—dan gak bawa buah tangan.
Langkah pencegahan? Jangan cuma modal imbauan di baliho atau stiker di pos RW. Kata Bang Dai, ini saatnya sosialisasi beneran tentang pentingnya bersihin lingkungan, semprot nyamuk, dan siapin layanan kesehatan darurat. Jangan nunggu Puskesmas rame dulu baru kelabakan.
Bang Dai juga ngajak semua lini ikut cawe-cawe. Dari PPSU, Dinas Lingkungan Hidup, sampai warga yang biasanya cuma update story banjir, harus turun tangan. Soalnya, usai banjir, Jakarta bukan cuma penuh drama, tapi juga penuh sampah dan bangkai kasur yang bisa bikin nyamuk joget kegirangan.
“Usai banjir akan biasa akan banyak sampah, baik sampah hingga bangkai yang terhanyut maupun merupakan barang-barang rumah tangga yang rusak atau tidak bisa digunakan karena terendam banjir. Harus ditangani cepat agar tidak memicu menjangkitnya penyakit,” tegasnya.
Intinya, jangan sampai banjir cuma diganti sama wabah. Udah cukup Jakarta penuh genangan, jangan ditambah jadi kolam nyamuk atau tempat resepsi virus.
Akhir kata, kata Bang Dai: “Kesehatan warga adalah tanggung jawab bersama. Mari kita tingkatkan kesadaran dan aksi nyata demi kesehatan dan kenyamanan masyarakat Jakarta.”
