ManusiaSenayan.id Nama Sopater Sam lahir jauh dari hiruk-pikuk pusat kekuasaan. Ia berasal dari Nipsan, lahir pada 19 Februari 1992, dan tumbuh di ruang sosial yang membentuk keberpihakannya pada kerja-kerja organisasi dan kepemudaan. Jalannya ke Senayan bukan jalur instan, tapi hasil dari proses panjang di akar rumput.

Secara akademik, Sopater adalah lulusan S1 Universitas Cendrawasih, kampus yang jadi rumah bagi banyak kader intelektual Papua. Dari bangku kuliah, ia mulai aktif berorganisasi dan membangun jejaring. Aktivisme ini bukan sekadar tempelan CV, tapi ruang belajar langsung soal kepemimpinan dan advokasi.

Sebelum menjabat sebagai Anggota DPD RI, Sopater cukup lama berkecimpung di organisasi kepemudaan. Ia pernah menjadi Wakil Sekretaris KNPI Provinsi Papua (2018–2022) dan Sekretaris KNPI Kabupaten Merauke (2019–2020). Posisi ini membuatnya akrab dengan persoalan anak muda, mulai dari akses pendidikan, lapangan kerja, sampai ruang partisipasi politik.

Tak hanya itu, ia juga dipercaya sebagai Koordinator Wilayah GAMKI Papua periode 2021–2023. Di organisasi ini, Sopater memperkuat perannya sebagai penghubung antarwilayah sekaligus penggerak kader muda. Dari sini, ia belajar mengelola perbedaan, membangun konsolidasi, dan memperjuangkan isu-isu sosial lintas komunitas.

Masuk ke DPD RI, Sopater membawa satu misi utama: memastikan suara Papua tidak hanya didengar, tapi juga dipertimbangkan dalam kebijakan nasional. Sebagai senator, ia berdiri di posisi yang unik—tidak mewakili partai, tapi langsung mewakili daerah dan masyarakatnya.

Usianya yang relatif muda membuat pendekatannya cenderung cair. Ia paham bahwa politik hari ini nggak cukup hanya bicara di ruang sidang, tapi juga perlu hadir di ruang-ruang dialog publik, komunitas, dan anak muda.

Dari Nipsan ke Senayan, Sopater Sam adalah contoh bagaimana jalur organisasi bisa menjadi jalan masuk ke parlemen. Bukan lewat popularitas instan, tapi lewat konsistensi kerja dan keterlibatan sosial yang panjang.