Manusiasenayan.id – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, pasang badan buat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menepis mentah-mentah isu yang bilang Kapolri nggak loyal ke Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, tudingan itu cuma gorengan politik lama.
“Saya bersaksi, Pak Kapolri Listyo Sigit 100 persen loyal kepada Presiden Prabowo,” tegas Habiburokhman ke wartawan, Kamis (29/1/2026).
Habiburokhman bilang, isu ini sebenarnya berasal dari tokoh politik yang dulu berseberangan dengan Prabowo di tahun politik 2024. Tokoh tersebut, kata dia, mengangkat dua alasan buat menyerang Kapolri.
Pertama, soal pembentukan tim reformasi internal Polri yang dilakukan sebelum Presiden membentuk tim percepatan reformasi Polri. Kedua, soal sikap Kapolri yang menolak Polri ditempatkan di bawah kementerian.
Tapi menurut Habiburokhman, dua hal itu justru bukti loyalitas, bukan sebaliknya.
“Pembentukan tim reformasi internal Polri itu justru bentuk respon cepat Kapolri terhadap keinginan Presiden. Itu inisiatif yang positif dan niatnya mempercepat reformasi,” jelas politisi Gerindra itu.
Soal penolakan Polri di bawah kementerian, Habiburokhman menilai sikap Kapolri inline banget dengan sikap Prabowo sejak lama.
“Pernyataan Kapolri itu sama persis dengan sikap Pak Prabowo. Beliau sudah tegas sejak 18 September 2023, Polri idealnya langsung di bawah Presiden,” katanya.
Kapolri: Polri di Bawah Presiden Itu Paling Ideal
Sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga sudah buka suara soal wacana menempatkan Polri di bawah kementerian. Jawabannya tegas: menolak.
“Institusi Polri menolak kalau sampai ada usulan Polri berada di bawah kementerian khusus. Posisi Polri saat ini sudah ideal,” kata Sigit.
Menurutnya, posisi Polri langsung di bawah Presiden bikin institusi ini bisa gerak cepat, tanpa birokrasi berlapis. Kalau masuk kementerian, justru berpotensi bikin ‘matahari kembar’ dalam kekuasaan.
“Kalau Presiden butuh, kami bisa langsung bergerak. Kalau di bawah kementerian, itu justru melemahkan Presiden dan Polri sendiri,” tegasnya.
