ManusiaSenayan.id Akhirnya ada kabar segar buat dunia sekolah! Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, ngasih lampu hijau buat ide “School Kitchen” alias dapur sekolah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gagasannya datang dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, yang pengin tiap sekolah bisa masak sendiri makanan sehat buat murid-muridnya.

Menurut Hadrian, ini bukan cuma ide keren, tapi juga langkah maju buat pendidikan.

Konsep school kitchen membuka peluang bagi sekolah-sekolah yang memiliki kapasitas untuk mengelola sendiri penyediaan makanan bergizi, tentu dengan syarat dan standar yang ditetapkan, termasuk penilaian kelayakan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Saya menilai ini pendekatan progresif dan sesuai semangat desentralisasi pendidikan,” ujarnya.

Singkatnya, sekolah yang punya kemampuan bisa bikin dapur sendiri — asal tetep lewat quality check dari BGN biar menunya sehat, bukan cuma enak.

Hadrian juga bilang, DPR nggak cuma kasih like doang. Mereka bakal dorong aturan teknis biar semuanya jelas: mulai dari standar gizi, keamanan pangan, sampai insentif buat sekolah yang dapurnya lolos penilaian BGN.

Komisi X DPR RI akan mendorong agar regulasi tentang pengelolaan MBG mencakup ketentuan teknis pelaksanaan school kitchen, standar mutu gizi, keamanan pangan, mekanisme pembinaan, serta skema insentif bagi sekolah,” katanya.

Yang paling asik, konsep ini bisa disesuaikan sama kondisi daerah. Sekolah di kampung bisa manfaatin bahan lokal — kayak sayur dari kebun sendiri atau hasil tani warga.
“Sekolah di wilayah terpencil atau daerah agraris memiliki potensi bahan pangan lokal yang bisa dimanfaatkan,” tambahnya.

Tujuannya simpel tapi penting banget: biar anak-anak makan bergizi, tumbuh sehat, dan nggak ngantuk di kelas gara-gara cuma sarapan gorengan.

Tujuan kita bersama adalah memastikan setiap anak mendapat asupan bergizi yang cukup agar tumbuh sehat dan siap belajar,” tutup Hadrian.